Gowa- Pembangunan gedung koprasi merah putih di kabupaten Gowa provinsi Sulawesi selatan telah terbentuk sebanyak 167 dan sudah berbadan hukum menuai sorotan.
Jika menelisik lebih dalam, pembangunan gedung koprasi merah putih, Rancangan anggaran belanja (RAB) sangat jelas ukuran dan anggaran yang di tetapkan oleh pemerintah pusat.
Jumlah dana yang disiapkan untuk pembangunan gedung dan oprasional koprasi merah putih kurang lebih Rp 3 milyar/ koprasi.

Luas bangunan 20×30 dengan anggaran pembangunan sebesar Rp 2,9 juta per meter, jika dikalkulasi, luas keseluruhan bangunan 600 meter persegi.
Rp 2,9 juta x 600 mtr = Rp 1,74 milyar, angka tersebut menunjukkan jika pembangunan gedung koprasi merah putih di anggarkan sebesar Rp 1,7 milyar per satu unit gedung.
Ironisnya, kejadian dilapangan banyak pembangunan gedung di duga kuat terjadi mark up anggaran, ungkap koordinator wilayah 3 LT-KPSKN PIN RI H Mustajab.
Dari hasil penelusuran obor bangsa, pembangunan gedung koprasi merah putih sudah mencapai kurang lebih 70 buah bangunan yang telah rampung.
Salah satu bangunan koprasi merah putih yang mencolok adalah bangunan yang terletak di kelurahan kanreapia kecamatan tombolopao, bangunan dengan luas hanya 20×10 dan menjadi percontohan,
Pembanguna gedung sementara berlangsung di kelurahan tamaona kecamatan tombolo pao tanpa papan bicara proyek, yang dikerjakan salah satu kontraktor dari bonto nompo.
Hal serupa juga telah terjadi hampir di seluruh pembangunan gedung koprasi merah putih yang berjumlah 70 titik dari 167 yang akan dibangun.
H Mustajab berharap kepada penegak hukum KPK dan Kejari agar segera memeriksa dan melakukan audit kepada penanggung jawab proyek pembangunan, yang diduga sarat rekayasa anggaran.
Beberapa titik telah kami lakuka pengecekan langsung, alhasil hampir semua kontraktor proyek mengatakan “kami memborong perkerjaan pembangun gedung koprasi merah putih dengan anggaran Rp 800 juta”.
Saat penanggung jawab pembangunan gedung di konfirmasi Dandim 1409 Kodam XlV Hasanuddin, hingga berita ini diposting belum merespon.
Masyarakat berharap agar pembangunan gedung koprasi merah putih transparan dalam mengelola anggaran, karena sebahagian anggaran yang digunakan diambil dari Anggaran desa yang diperuntukan oleh masyarakat. (Tim-oborbangsa)

