SIDRAP – Suasana hangat menyelimuti Posko Induk Kontingen PGRI Kabupaten Barru di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (2/7/2026). Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, sengaja meluangkan waktu untuk bertatap muka langsung dengan 212 atlet dan ofisial sebelum mereka turun ke arena Pekan Olahraga dan Seni (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan Tahun 2026. Kehadiran orang nomor satu di Barru ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud apresiasi nyata terhadap dedikasi para guru yang telah mewakili daerah di ajang bergengsi tingkat provinsi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Andi Ina menekankan bahwa esensi dari Porsenijar sesungguhnya terletak pada nilai-nilai pendidikan karakter yang dibawa oleh setiap peserta. Ia mengingatkan bahwa sebagai seorang pendidik, cara mereka bertanding dan bersikap di lapangan akan menjadi cerminan integritas profesi guru di mata masyarakat. Sportivitas dan kekompakan dinilai jauh lebih berharga daripada sekadar medali, karena hal itulah yang akan memperkuat solidaritas antar-guru se-Sulawesi Selatan.
“Saya ingin melihat guru-guru Barru tampil bangga, bukan hanya karena prestasi, tapi karena sikap dan sportivitas yang ditunjukkan. Jadikan momen ini sebagai bukti bahwa pendidik kita adalah teladan yang utuh,” pesan Bupati Andi Ina kepada para atlet. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi kontingen secara langsung selama kompetisi berlangsung pada 2–6 Juli 2026, memastikan bahwa dukungan moril dari pemerintah daerah sangat berarti saat berada di sisi mereka.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Ketua PGRI Kabupaten Barru, H. Abdullah Tintjo. Ia menilai kehadiran bupati menjadi energi positif yang sangat dibutuhkan para atlet menjelang pertandingan. Dengan skala acara yang melibatkan ribuan peserta dan puluhan ribu penggembira dari seluruh Sulsel, ia optimis kontingen Barru mampu menunjukkan performa terbaik sekaligus menjaga nama baik daerah.
Porsenijar PGRI Sulsel 2026 sendiri merupakan event akbar yang mempertemukan insan pendidikan dalam 9 cabang olahraga, 10 cabang seni, dan 5 cabang pembelajaran. Selain sebagai wadah kompetisi, ajang ini juga berfungsi sebagai ruang rekreasi edukatif bagi lebih dari 72 ribu penggembira, menjadikannya salah satu agenda tahunan paling dinanti oleh komunitas guru di Sulawesi Selatan. (ABM-oborbarru)

