Makassar — Derap langkah dan aba-aba tegas menggema di lingkungan Kodaeral VI, Sabtu (3/10/2026). Sebanyak 23 sekolah tingkat SMA dan SMK dari Kota Makassar dan sejumlah daerah di Sulawesi Selatan beradu ketangkasan dalam Lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) memperebutkan Piala Panglima TNI dalam rangka HUT Ke-81 TNI Tahun 2026.
Di balik barisan yang tampak rapi dan gerakan yang seragam, perlombaan ini membawa pesan yang lebih luas. PBB menjadi ruang bagi para pelajar untuk menguji kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, hingga kemampuan kepemimpinan dalam sebuah tim.
Kodaeral VI selaku tuan rumah membuka rangkaian perlombaan melalui upacara di Dermaga Pulau Selayar Kodaeral VI. Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M.
Kompetisi melibatkan dewan juri dari unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
Dalam sambutannya, Dankodaeral VI menegaskan bahwa PBB tidak semata-mata berbicara mengenai ketepatan gerakan dan kerapian barisan. Lebih dari itu, PBB dinilai dapat menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda melalui pembiasaan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan.
“Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar mengikuti perlombaan ini dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Tampilkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan melalui latihan dengan penuh kesungguhan,” ujar Dankodaeral VI.
Usai upacara pembukaan, persaingan diawali dengan gerak jalan atau defile di depan Monumen Jangkar Kodaeral VI.
Satu per satu peserta menampilkan kekompakan pasukannya. Setiap kontingen juga memberikan penghormatan kepada Dankodaeral VI beserta para pejabat undangan dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan yang berada di podium kehormatan.
Di arena utama, setiap regu menghadapi materi PBB yang lebih terperinci. Gerakan dasar dari daerah persiapan, gerakan di tempat, gerakan berpindah tempat, hingga gerakan berhenti di tempat menjadi bagian dari rangkaian penilaian.
Tidak hanya ketepatan gerakan yang diuji. Setiap regu dituntut menjaga kekompakan, kerapian, ketegasan aba-aba, serta kemampuan komandan pleton atau danton dalam memimpin pasukannya.
Rangkaian penilaian mencakup langkah biasa terpimpin, penghormatan, sikap sempurna, istirahat, periksa kerapian, berhitung, lencang kanan, hadap kanan dan kiri, hadap serong, balik kanan, jalan di tempat, hingga berbagai gerakan perpindahan tiga langkah dan haluan.
Dengan banyaknya unsur yang harus dikuasai, setiap gerakan menjadi bagian dari penilaian keseluruhan. Keseragaman anggota regu dan kemampuan danton menjaga koordinasi menjadi salah satu kunci penampilan di lapangan.
SMAN 6 Kabupaten Maros keluar sebagai Juara I Lomba PBB. Posisi Juara II diraih SMKN 1 Makassar, sedangkan SMA Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin meraih Juara III.
Untuk kategori juara harapan, SMAN 21 Makassar meraih Juara Harapan I, MAN 3 Makassar Juara Harapan II, dan SMAN 17 Makassar Juara Harapan III.
Penghargaan individu juga diberikan kepada Muh. Rizal Alfillah dari SMAN 6 Maros sebagai Danton Terbaik.
Para pemenang memperoleh piala dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan kerja keras yang ditampilkan selama perlombaan.
Perebutan Piala Panglima TNI di Kodaeral VI pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang berdiri sebagai juara. Di dalamnya terdapat proses panjang yang berlangsung sebelum peserta memasuki arena: latihan berulang, membangun kekompakan, mematuhi aturan, menjaga konsentrasi, dan belajar menjalankan peran masing-masing.
Dalam satu regu, kesalahan seorang anggota dapat memengaruhi keseluruhan penampilan. Karena itu, setiap peserta dituntut memahami bahwa kekompakan tidak hanya lahir dari kemampuan individu, tetapi juga dari kemampuan bekerja sebagai satu kesatuan.
Hal yang sama terlihat pada peran danton. Ia menjadi pengarah sekaligus pengendali ritme pasukan. Ketegasan aba-aba harus berjalan beriringan dengan kemampuan menjaga koordinasi seluruh anggota.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari pesan yang ingin dibangun melalui lomba PBB. Disiplin tidak berhenti pada gerakan yang seragam, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan mengikuti aturan dan menjalankan tanggung jawab.
Dengan melibatkan 23 sekolah, kegiatan ini sekaligus mempertemukan pelajar dari berbagai daerah dalam sebuah kompetisi yang mengedepankan sportivitas.
Para peserta datang untuk membawa nama sekolah masing-masing. Namun, di lapangan mereka menghadapi tantangan yang sama: menjaga barisan, mengikuti aba-aba, mempertahankan kekompakan, dan menyelesaikan seluruh rangkaian penilaian dengan kemampuan terbaik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait, antara lain Kaajendam XIV Hasanuddin, Irdiv 3 Kostrad, Aspers Kodau II, Dansat Brimob Polda Sulsel, Kasatpol PP Sulsel, Asintel Kajati Sulsel, Korwil Binda Makassar, Penyidik Madya BNNP, Kadislog Lanud Sultan Hasanuddin, serta jajaran pejabat utama dan satuan kerja Kodaeral VI.
Hadir pula Dansatdik 2 Kodiklatal, Dansatlinlamil 3 Kolinlamil, Kaladokgi Yos Sudarso Makassar, para Staf Itkodaeral VI, para Sahli Poksahli Kodaeral VI, Dandivhanratlan Sathantai Kodaeral VI, Dan KRI Marlin Satrol Kodaeral VI, Kakesbangpol Pemkot Makassar, Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, serta Sekretaris Kesbangpol Pemprov Sulsel. (Diah-oborbangsa)

