MAKASSAR , – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), mengukuhkan sejarah baru dalam pembangunan infrastruktur kota dengan menandatangani serah terima Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) senilai Rp168,7 miliar untuk tujuh perumahan, Senin (19/5/2025).
Momen bersejarah ini berpusat di Perumahan Panakkukang Indah (CV Dewi), lokasi yang menjadi simbol perjuangan warga setelah menanti realisasi PSU selama 40 tahun.
Total aset yang diserahkan mencakup luas 66.954 meter persegi, dengan proyek terbesar dari CV Dewi senilai Rp83,8 miliar, mengakhiri drama panjang ketertinggalan pembangunan di wilayah tersebut.
Appi menegaskan, penyerahan PSU bukan sekadar formalitas, melainkan bukti komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan yang berkeadilan.
“Ini intervensi negara untuk memastikan tidak ada lagi warga yang menunggu puluhan tahun seperti di Panakkukang. Fasilitas ini harus dijaga bersama, bukan untuk kepentingan segelintir orang,” ujarnya di hadapan ratusan warga yang hadir.
Proyek CV Dewi, yang tertunda sejak 1985, kini menyediakan ruang terbuka hijau (RTH), taman bermain anak, serta jaringan drainase dan jalan lingkungan yang dijamin pemeliharaannya oleh Pemkot.
Kisah heroik juga datang dari Perumahan Bukit Nirwana Permai II di Kecamatan Manggala.
Tanpa kehadiran pengembang, warga setempat mengambil alih penyerahan PSU senilai Rp7,05 miliar sesuai amanat Perda No. 1/2023.
Appi menyebut langkah ini sebagai contoh nyata kesadaran hukum dan solidaritas masyarakat.
“Jika pengembang lalai, warga punya hak untuk bertindak. Ini momentum membanggakan,” tambahnya.
Sejak 2017, Pemkot Makassar telah mengakumulasi penyerahan PSU senilai Rp5,6 triliun dengan luas total 2,2 juta meter persegi, mencakup lebih dari 100 perumahan.
Kepala Dinas Perumahan Mahyuddin menjelaskan, keberhasilan ini didukung kolaborasi strategis dengan Kejaksaan Negeri Makassar dan Kantor Pertanahan untuk memastikan transparansi serta pencegahan sengketa.
“Tim monitoring kami rutin turun ke lapangan. Tidak boleh ada lagi proyek yang terabaikan,” tegasnya.
Appi juga menyampaikan peringatan keras kepada warga.
“Jangan karena rumah besar, lalu alur air ditutup atau fasilitas umum dikuasai pribadi. Ini aset bersama yang harus dijaga dengan empati dan kerukunan,” pesannya.
Ia menekankan pentingnya pelestarian RTH dan taman bermain sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim serta ruang sosial bagi anak-anak.
Tujuh perumahan yang menyerahkan PSU meliputi:
- PT Dwipa Lestari – Cluster Berlian Permai (Tamangapa, Manggala) senilai Rp5,5 miliar,
- PT Nusa Sembada Bangun Indo – Cluster Pelangi (Kapasa, Tamalanrea) Rp4,28 miliar,
- PT Anugerah Aset Utama – Griya Permata Lestari (Laikang, Biringkanayya) Rp40,1 miliar,
- PT Nusa Sembada Bangun Indo (Bitowa, Manggala) Rp5,69 miliar,
- PT Pajjaiang Indah – Gelora Baddoka Indah (Pai, Biringkanayya) Rp22,1 miliar,
- PT Pitu Anugrah Pertama – Bukit Nirwana Permai II (Manggala) Rp7,05 miliar (diserahkan warga).
- CV Dewi – Panakkukang Indah (Pandang, Panakkukang) Rp83,8 miliar.
“PSU adalah fondasi menuju Makassar Emas 2045. Dari proyek legenda hingga inisiatif warga, ini bukti kota kita tumbuh dengan prinsip keadilan,” tutup Appi.
Laporan: Iksan
Editor: Redaksi oborBangsa


