Gowa — Peradaban harus diselamatkan, begitu petunjuk hikmah Presiden Prabowo terkait bencana alam yang menimpa Sumatera.
Presiden Prabowo menegaskan tidak ada kompromi bagi pihak yang sengaja merusak lestarinya hutan.
” Tahun ini, tidak ada lagi penerbitan izin untuk pengelolaan hutan ,” Begitu instruksi Prabowo.
Sedangkan, realita hari ini, kondisi hutan di Kabupaten Gowa nyaris punah. Perambahan dengan gamblang terjadi dihampir semua titik dan area di kawasan hutan.
Bagi kita semua, menyelamatkan peradaban maka lestarinya hutan adalah jantung dari peradaban itu sendiri.
Perspektif ini kemudian menjadi landasan sejumlah wartawan Gowa untuk bergerak. Forum Jurnalis Penyelamatan Kawasan Hutan Gowa ( Fokus ) kini resmi dibentuk.
Revin jurnalis INews.com menyatakan kondisi hutan Gowa sudah masuk status emergency, sementara dari data yang ada, perambahan hutan di kawasan hutan nyaris luput dari tindakan baik penegakan hukum atau pembinaan bagi pihak yang diduga bermain,” tutur Revin.
Hal yang sama disampaikan Andi Tenri Baso, jurnalis senior Gowa. Menurutnya saatnya para jurnalis untuk turun mengecek kondisi.
” Realita di lapangan adalah status area kawasan hutan dengan sangat mudah, namun beragam laporan yang kami terima ketika warga lokal yang bermohon itu sangat dipersulit, sisi lain penebangan hutan terus marak terjadi sehingga rekan jurnalis perlu turun ke lokasi untuk mendapatkan data yang akurat,” imbuhnya.
Arfandy Palallo sendiri menambahkan rumor akan dugaan permainan area kawasan di sulap menjadi kawasan pemukiman dan di kuasai oleh kalangan elit sudah lama terdengar, hampir semua area dan diduga kuat jadi ladang konspirasi,” Urai Arfandy Palallo.
Ketiga jurnalis ini menambahkan laporan dari warga menyatakan hampir semua kecamatan di dataran tinggi rentan dengan aksi perambahan hutan dan pengalihan area hutan, sehingga forum ini lahir untuk melakukan investigasi di lapangan dan pekan ini desa Pattapang di Tinggimoncong menjadi titik awal kami bergerak,” Urai ketiganya.
Dipilihnya Desa Pattapang menjadi titik investasi berdasarkan banyaknya pengaduan warga,” langkah ini sebagai wujud empati kami terhadap lestarinya alam Gowa dan hasil investigasi ini bisa menyajikan fakta dan data akurat untuk disampaikan ke publik,” kunci ketiganya.
Forum Jurnalis Penyelamatan Kawasan Hutan Gowa diinisiasi oleh puluhan jurnalis Gowa, dengan komitmen bersama mengawal isu lingkungan secara independent dan berkelanjutan. (Tim_Fokus-oborbangsa)


