OBOR, GOWA — Ketika persoalan sampah di Kabupaten Gowa memasuki fase krisis, seorang pengusaha memilih turun langsung ke lapangan.
Hj Ria Efendy, pengusaha asal Gowa, mengerahkan puluhan armada untuk membantu pemerintah menangani tumpukan sampah yang terjadi di sejumlah wilayah.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 22 armada truk dan satu alat berat jenis loader diturunkan untuk melakukan pengangkutan serta pembersihan sampah.
Bukan hanya armada, biaya bahan bakar solar untuk operasional kendaraan tersebut juga ditanggung Hj Ria.
Bahkan, Hj Ria disebut merelakan lahan kosong miliknya untuk dimanfaatkan sementara sebagai lokasi penampungan sampah guna membantu mengurai persoalan yang terjadi.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari mantan anggota DPRD Gowa, Roby Harun.
Roby bahkan menyebut Hj Ria sebagai sosok yang layak menjadi Wakil Bupati Gowa.
“Salut kepada Hj Ria, beliau layak jadi wakil bupati Gowa,” kata Roby Harun, Rabu (23/9/2026).
Menurut Roby, pernyataan tersebut bukan semata-mata karena Hj Ria seorang pengusaha, tetapi karena kepeduliannya terhadap persoalan masyarakat yang diwujudkan melalui tindakan nyata.
Baginya, ketika masyarakat menghadapi persoalan, yang dibutuhkan bukan sekadar perdebatan ataupun saling menyalahkan, tetapi kehadiran dan kepedulian dari semua pihak.
“Persoalan Gowa jangan hanya kita lihat dari hiruk-pikuk politik yang tidak ada habisnya. Ada persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama.”
“Kalau menyangkut kepentingan orang banyak, maka siapa pun yang punya kemampuan harus ikut mengambil bagian,” ujar Roby.
Ia menilai apa dilakukan Hj Ria menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak harus menunggu seseorang menduduki jabatan pemerintahan.
“Ini yang saya lihat dari ketulusan Hj Ria Efendy. Beliau warga Gowa, punya kemampuan, kemudian melihat masyarakat sedang menghadapi kesulitan. Beliau tidak hanya bicara, tetapi langsung turun dan memberikan kontribusi nyata,” katanya.
Roby mengatakan, persoalan sampah merupakan masalah publik yang dampaknya dirasakan langsung masyarakat.
Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan seluruh elemen daerah.
“Kalau persoalan sudah menyangkut masyarakat banyak, jangan kita sibuk mencari siapa yang salah. Mari kita lihat siapa yang bisa berbuat.”
“Pemerintah tetap punya kewajiban, tetapi masyarakat dan pengusaha juga bisa mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing,” tegasnya.
Krisis Sampah
Persoalan sampah di Gowa sebelumnya terjadi setelah operasional armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa terganggu.
Sebanyak 27 armada pengangkut sampah dilaporkan tidak beroperasi akibat persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi tersebut menyebabkan sampah tidak terangkut dan mulai menumpuk di sejumlah wilayah.
Kabid Persampahan DLH Gowa, Andi Abdul Kadir,yang dikutip pada Senin (21/9/2026). Menjelaskan kendala utama berada pada pasokan BBM.
“Jalannya di bahan bakar. Kendalanya bahan bakar,” ujarnya.
Menurutnya, DLH Gowa selama ini bekerja sama dengan salah satu SPBU untuk memenuhi kebutuhan BBM armada pengangkut sampah.
Namun, pembayaran mengalami keterlambatan sejak Agustus hingga pertengahan September.
Pihak SPBU sebelumnya telah memberikan dispensasi. Dispensasi pertama diberikan mulai 1 hingga 6 September.
Karena belum ada pencairan, DLH Gowa kembali meminta dispensasi hingga 15 September. Namun setelah batas waktu tersebut, dispensasi tidak lagi diberikan sehingga operasional armada ikut terdampak.
Dalam situasi tersebut, aksi Hj Ria Efendy menjadi perhatian publik.
Puluhan armada miliknya bergerak mengangkut sampah. Solar ditanggung sendiri. Bahkan lahan pribadi ikut dibuka untuk membantu penanganan sementara.
Bagi Roby Harun, apa dilakukan Hj Ria menunjukkan satu hal sederhana; ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kepedulian tidak cukup hanya disampaikan lewat kata-kata. Kepedulian harus hadir dalam bentuk tindakan.
Dan dari krisis sampah itulah, nama Hj Ria Efendy kini muncul sebagai sosok pengusaha yang dinilai memiliki kepedulian terhadap masyarakat Gowa.
Termasuk, oleh Roby Harun, disebut layak menjadi “Wakil Bupati Gowa”.
Laporan : Pen

