MAKASSAR — Kenaikan pangkat bagi seorang prajurit bukan sekadar perubahan tanda pangkat di pundak. Di balik satu tingkat kepangkatan yang bertambah, terdapat konsekuensi berupa tanggung jawab, keteladanan, dan tuntutan profesionalisme yang semakin besar.
Pesan itulah yang ditekankan Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., saat memimpin Acara Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Kodaeral VI periode 1 Oktober 2026 di Gedung Sultan Hasanuddin Kodaeral VI, Jumat (2/10/2026).
Sebanyak 15 perwira Kodaeral VI menerima kenaikan pangkat dalam periode tersebut. Mereka terdiri atas tiga Perwira Menengah (Pamen) dan 12 Perwira Pertama (Pama).
Bagi organisasi militer, kenaikan pangkat merupakan bagian dari pembinaan karier personel. Namun, momentum tersebut sekaligus menjadi titik evaluasi: semakin tinggi pangkat yang disandang, semakin besar pula tuntutan untuk memahami tugas dan mampu mengambil tanggung jawab sesuai tingkat kepemimpinannya.
Dankodaeral VI menegaskan bahwa kenaikan pangkat harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas diri. Para perwira tidak hanya dituntut memahami tugas sesuai strata kepangkatan, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi anggota yang dipimpinnya.
“Berkaitan dengan hal tersebut, selaku Komandan Kodaeral VI dan atas nama pribadi, saya mengucapkan selamat atas prestasi dan kehormatan yang Saudara-Saudara peroleh. Saya berharap agar para perwira terus menempa diri guna meningkatkan kualitas dan profesionalisme, serta pemantapan jati diri sebagai prajurit matra laut,” ujar Andi Abdul Aziz.
Dalam lingkungan militer, kepangkatan berkaitan erat dengan struktur komando dan pembagian tanggung jawab. Karena itu, kenaikan pangkat tidak berhenti pada aspek administratif atau penghargaan atas masa dan prestasi pengabdian.
Perwira dituntut mampu menunjukkan kedisiplinan, sikap, dan perilaku yang dapat menjadi rujukan bagi anggota di bawahnya. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, kualitas kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan organisasi.
Karena itu, pesan yang disampaikan Dankodaeral VI menempatkan profesionalisme sebagai bagian utama dari momentum kenaikan pangkat.
Para perwira diharapkan tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih, melainkan menjadikannya sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperkuat jati diri sebagai prajurit matra laut.
Ada sisi lain yang turut terlihat dalam prosesi tersebut. Penyematan pangkat dilakukan oleh istri masing-masing perwira yang naik pangkat.
Tradisi tersebut menjadi simbol bahwa perjalanan karier seorang prajurit tidak sepenuhnya berlangsung seorang diri. Di balik tugas dan tanggung jawab seorang perwira, terdapat keluarga yang turut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian.
Setelah prosesi penyematan, Dankodaeral VI, Wadan Kodaeral VI, serta para pejabat yang hadir memberikan ucapan selamat secara langsung kepada para perwira beserta istri.
Momen tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan personel di lingkungan Kodaeral VI juga memiliki dimensi kebersamaan. Pencapaian seorang prajurit dipandang tidak terlepas dari dukungan keluarga yang mendampingi perjalanan pengabdiannya.
Setelah laporan korps selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di Gedung Sultan Hasanuddin Kodaeral VI.
Momentum tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi para perwira untuk menjalankan amanah baru dengan integritas, loyalitas, disiplin, dan profesionalisme.
Dengan demikian, kenaikan pangkat tidak berhenti sebagai seremoni. Nilai sesungguhnya dari sebuah kenaikan pangkat akan terlihat dalam bagaimana seorang perwira menjalankan tugas setelah mengenakan tanda pangkat yang baru.
Bagi 15 perwira Kodaeral VI yang menerima kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2026, momentum tersebut sekaligus menjadi awal dari tuntutan baru untuk menunjukkan kualitas kepemimpinan dan pengabdian yang lebih besar.
Sebab, dalam struktur militer, bertambahnya pangkat berarti bertambah pula tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan melalui pelaksanaan tugas.
Acara tersebut turut dihadiri Wadan Kodaeral VI, Ketua Daerah Kodaeral VI GJK RI beserta pengurus, para Pejabat Utama Kodaeral VI, para Kepala Dinas/Kepala Satuan Kerja Kodaeral VI, staf Itkodaeral VI, para Sahli Poksahli Kodaeral VI, Dandivhanratlan Sathantai Kodaeral VI, Dan KRI Marlin Satrol Kodaeral VI, serta seluruh perwira yang naik pangkat periode 1 Oktober 2026 beserta istri. (Diah-oborbangsa)

