Kebijakan Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA) diberlakukan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (27/3/2026), meskipun begitu aktivitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan,tetap berjalan normal seperti biasa dirumah sakit Haji pajonga daeng ngalle
Pantauan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Daeng Ngalle (HPDN), Jalan H Ince Husain Daeng Parani, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar menunjukkan tingginya aktivitas pelayanan pasien yang datang berobat.
Tampak sejak pagi hari,sudah ratusan pasien memadati ruang tunggu rumah sakit.
duduk menunggu dipanggil sesuai nomor antrean pemeriksaan yang telah mereka daftar disistem pelayanan kesehatan
Dua petugas di bagian pendaftaran pada proses pengambilan kartu antrean kelihatan sigap melayani untuk pendaftaran pasien
Setelah mendapatkan nomor pendaftaran maka pasien diarahkan ke lima loket untuk menentukan poli tujuan sesuai kebutuhan medis mereka,petugas loket ataupun satpam yang stanby selalu menunjukkan ruang pemeriksaan sembari biasanya mengantar langsung keruang pemeriksaan bagi pasien yang belum mengetahui tempatnya
Diketahui, RSUD HPDN memiliki total 18 poli pelayanan yang melayani berbagai jenis pemeriksaan kesehatan.
Direktur RSUD HPDN dr .H.Ruslan Ramli dengan kemeja lengan panjang warna putih dipadukan jeans terlihat memantau langsung jalannya pelayanan diruang Poliklinik
dr Ruslan Ramli melakukan pemantauan pelayanan bagi masyarakat yang datang berobat setelah selesai menjelaskan diruang kerjanya kepada teman media bahwa sistem pelayanan rumah sakit masih mengacu pada sistem rujukan.
โKita kan sistemnya terima rujukan. Jadi kalau tutup di layanan dasar seperti puskesmas, ya tidak bisa. Biarpun di poliklinik, itu rujukan, bukan pasien langsung,โ ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pasien BPJS tidak dapat langsung datang ke rumah sakit tanpa rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama,jadi harus rujukan Puskesmas
dr Ruslan mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami mekanisme tersebut.
Terkadang ada yang WA saya, tanya kenapa harus pakai rujukan. Ya memang aturannya begitu, tidak bisa kami langsung terima,ujarnya
pasien yang tanpa rujukan,pelayanan tetap dapat diakses melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).Rumah Sakit
Namun,untuk pelayanan IGD juga memiliki kriteria khusus terkait tingkat kegawatdaruratan pasien.
โnah Kalau tidak pakai rujukan lewat IGD boleh, Tapi di IGD ada lagi ketentuan, tidak semua pasien harus diterima di IGD,โkatanya.
Ia menjelaskan bahwa tingkat kegawatan pasien menjadi prioritas utama dalam penanganan.
โGCS itu tingkat kesadaran. Kalau masih 15, tidak masalah. Tapi kalau GCS 5 atau 6, itu yang harus segera ditangani,โ jelasnya.
Di IGD, sistem triase juga diterapkan untuk menentukan prioritas pelayanan pasien.
โAda kategori merah, kuning, dan hijau. Jadi yang lebih gawat, itu didahulukan,โ tambahnya.
Terkait kondisi pelayanan selama bulan Ramadan, dr Ruslan menyebut jumlah pasien cenderung menurun dibanding awal tahun.
โJanuari-Februari itu musim hujan, pasien sampai di lantai karena banyaknya jumlah pasien namun di bulan puasa agak lowong,โ ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa tidak ada lonjakan signifikan pasca Lebaran.
Kami juga terapkan Dalam hal sistem pendaftaran, RSUD HPDN kini telah menggunakan sistem online secara penuh.
โSekarang semua online, tidak ada lagi manual. Tapi kadang ada yang datang tanpa daftar, akhirnya tidak dapat kuota,โ jelasnya.
Menurutnya, pasien bahkan bisa mendaftar sejak satu minggu sebelum jadwal pemeriksaan.
Namun, kepadatan tetap terjadi karena pasien datang lebih awal dari jadwal estimasi.
Seharusnya kalau dapat jam 10, datang jam 10. Tapi banyak yang datang jam 8, itu yang bikin penuh,โ ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski kebijakan WFH dan WFA diberlakukan, pelayanan kesehatan diKabupaten. (Tarmin-oborbangsa)


