BARRU – Menanggapi keluhan masyarakat terkait kekeruhan air bersih di wilayah Pekkae dan Takkalasi, Kabag Teknik Perumda Air Minum Tirta Waesai, H. Amiruddin, S.Sos, memberikan penjelasan teknis mengenai penyebab masalah tersebut serta langkah penanganan yang akan segera dilakukan.
H. Amiruddin menjelaskan bahwa persoalan kekeruhan air di kedua wilayah tersebut memiliki karakteristik penyebab yang berbeda. Untuk wilayah Pekkae, kekeruhan biasanya hanya terjadi di bagian ujung jaringan pipa. Mengingat Unit Instalasi Kelola Kawasan (IKK) Pekkae beroperasi selama 24 jam penuh, endapan lumpur cenderung menumpuk di titik terjauh aliran. Oleh karena itu, solusi yang diterapkan adalah melakukan pengurasan khusus pada ujung pipa untuk membuang endapan tersebut.
Sementara itu, untuk wilayah Takkalasi yang masuk dalam cakupan Unit IKK Balusu, penyebab kekeruhan berkaitan dengan jam operasional pompa yang tidak berlangsung 24 jam, melainkan hanya 11 jam per hari. “Ketika pompa baru dinyalakan setelah periode istirahat, tekanan air yang muncul secara otomatis mendorong lumpur atau endapan yang mengendap di dalam pipa menuju ke ujung jaringan, sehingga air yang keluar menjadi keruh,” jelas H. Amiruddin.

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya menegaskan bahwa tindakan pengurasan pipa akan segera dilaksanakan di kedua wilayah tersebut sebagai langkah preventif dan kuratif. Selain itu, H. Amiruddin juga memberikan himbauan tegas kepada seluruh petugas lapangan agar lebih rajin melakukan pengurasan berkala serta aktif mengecek kualitas dan suplai air di wilayah masing-masing guna mencegah terulangnya keluhan serupa di masa mendatang.
Perumda Air Minum Tirta Waesai berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan distribusi air bersih yang layak konsumsi bagi seluruh pelanggan, meskipun menghadapi tantangan teknis terkait kondisi infrastruktur dan pola operasi pompa. (ABM-oborbarru)

