MAKASSAR — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di lingkungan Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut kembali menegaskan posisi Pancasila sebagai landasan moral dalam pelaksanaan tugas prajurit, khususnya dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pesan itu mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Lapangan Arafuru Mako Kodaeral VI, Makassar, Kamis (1/10/2026).
Wakil Komandan Kodaeral VI, Laksamana Pertama TNI Dr. Arya Delano, S.E., M.Pd., M.Han., bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M.
Dalam amanatnya, Arya menempatkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk melihat kembali perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap ideologi negara.
“Hari ini adalah momentum penting bagi kita untuk mengenang kembali sejarah kelam perjuangan bangsa, sekaligus menjadi bukti nyata betapa kokohnya Pancasila sebagai ideologi negara yang tidak dapat digoyahkan oleh rongrongan pihak mana pun,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mengandung pesan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada ruang sejarah. Bagi institusi pertahanan, nilai tersebut menjadi bagian dari sikap dan perilaku dalam menjalankan tugas negara.
“Pancasila adalah pemersatu kita di tengah keberagaman bangsa. Bagi kita sebagai prajurit TNI Angkatan Laut, nilai-nilai luhur Pancasila wajib menjadi kompas moral dan fondasi utama dalam setiap derap langkah pengabdian,” kata Arya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki dimensi historis sekaligus kebangsaan. Di lingkungan militer, momentum tersebut juga berkaitan dengan peneguhan kembali nilai disiplin, loyalitas, persatuan, dan pengabdian kepada negara.
Nilai-nilai tersebut menjadi relevan dalam pelaksanaan tugas prajurit yang bersentuhan langsung dengan kepentingan pertahanan dan kedaulatan negara.
Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, Pancasila ditempatkan sebagai titik temu yang menyatukan berbagai latar belakang. Karena itu, penghayatan terhadap nilai Pancasila tidak hanya dipahami sebagai kewajiban dalam upacara, tetapi juga sebagai prinsip yang harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Bagi Kodaeral VI, peneguhan nilai tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga soliditas personel sekaligus memastikan pelaksanaan tugas tetap berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.
Upacara diikuti jajaran perwira dan seluruh personel Mako Kodaeral VI. Hadir pula para Pejabat Utama (PJU) Kodaeral VI, para Kepala Dinas (Kadis) dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker), staf Inspektorat Kodaeral VI, staf ahli Sahli Poksahli Kodaeral VI, serta Dandivhanratlan Sathantai Kodaeral VI.
Bagi personel Kodaeral VI, peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas menjaga kedaulatan negara tidak hanya membutuhkan kemampuan profesional dan kesiapan operasional, tetapi juga landasan nilai yang menjadi arah dalam setiap pelaksanaan pengabdian.
Dengan demikian, Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Mako Kodaeral VI menjadi momentum untuk memperkuat kembali kesadaran bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan nilai yang harus diterjemahkan ke dalam sikap, disiplin, dan pengabdian setiap prajurit. (Diah-oborbangsa)

