BANDUNG, oborbangsa.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui produksi kapal bermerek Sukaboat. Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan teknis sebagai modal kembali ke masyarakat.
Dalam kunjungan kerja pada 29 Oktober 2026, Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Dra. Kasihhati, mengapresiasi program tersebut. Ia menilai keterampilan perkapalan dapat menjadi bekal produktif bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa hukuman.
Workshop Sukaboat mengembangkan berbagai jenis kapal, mulai dari kapal nelayan berbahan fiberglass hingga speedboat untuk kebutuhan wisata, patroli, dan penyelamatan. Berdasarkan keterangan pihak lapas, lebih dari 25 unit kapal telah diproduksi dan menembus pasar komersial.
Program ini menunjukkan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat diarahkan pada pengembangan keahlian dan peluang ekonomi. Tantangan berikutnya adalah memastikan keterampilan tersebut membuka kesempatan kerja nyata bagi warga binaan setelah bebas, sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih optimal. (Iskan-oborbangsa)

