Proyek pembangunan jembatan jalan poros palattae, tanabatue kelurahan palattae kecamatan kahu kabupaten Bone, menuai sorotan dari masyarakat sekitar dan pengguna jalan.
Setiap hari harus antri jika melewati jalan poros palattae, bahkan sudah banyak korban terjatuh saat melintas di jalan yang berkubang di jembatan sementara.
Proyek pembangunan jembatan dan perbaikan jalan yang dikerjakan oleh CV VIQRY SANJAYA PUTRA no kontrak 602.1/1069/DisPU. dengan nilai kontrak kurang lebih Rp 4,3 milyar, dan kontrak kerja mulai tgl 2 agustus 2022, masa kerja 150 hari, hingga saat ini belum terselesaikan, “ini sudah sangat lama dikerjakan dan terkesan terbengkalai” ujar ambo upe salah seorang warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Masyarakat meminta kepada dinas Pekerjaan umum provinsi sulawesi selatan sebagai pemberi Proyek pembangunan jembatan dan perbaikan jalan tersebut agar turun meninjau pekerjaan yang terbengkalai, ungkap sofyan.
Saat oborbangsa langsung ke lokasi memantau keluhan warga, ternyata memang betul terjadi kemacetan yang sangat panjang dan rawan kecelakaan, pekerjaan proyek jembatan yang dikerjakan dari bulan agustus 2022 hingga saat ini jika diteliti bobot pekerjaan sekitar 60 persen, dan sudah telat 3 bulan jika di hitung dari tanggal kontrak mulai dikerjakan.
Arifuddin Salah seorang pekerja saat ditemuai mengatakan ” saya baru delapan hari kerja memang belum ada papan proyek terpasang, saya hanya menyelesaikan pekerjaan yang ditinggal oleh pekerja sebelumnya”.
Saat ditanya keberadaan pemilik proyek arifuddin menjelaskan ” baik dari perusahaan atau dinas pekerjaan umum belum ada yang datang bahkan dari konsultan proyek juga belum muncul”.
Proyek pembangunan jembatan palattae- kahu dengan konsultan pekerjasn CV GEOMETRIK PRATAMA KONSULTAN sudah sangat melanggar dan harus segera ditindak lanjuti oleh dinas pekerjaan umum provinsi sulawesi selatan serta pihak berwajib segera memeriksa dan memanggil para pemilik proyek yang bertanggung jawab dalam mengolah anggaran proyek, ujar sekertaris DPD Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia sulsel.
(Red-oborbangsa-Ansar)

