SUNGGUMINASA – Harapan ribuan orang tua siswa di Kabupaten Gowa untuk menerima seragam sekolah gratis bagi anak-anak mereka mulai berubah menjadi keluhan.
Meski secara simbolis telah dilakukan penyerahan seragam oleh Bupati Gowa pada 7 Juli 2025 lalu di Lapangan Syekh Yusuf Discovery, hingga hari ini, pembagian nyata di lapangan belum juga terealisasi.
Padahal, aktivitas sekolah untuk tahun ajaran baru telah dimulai sejak Senin, 14 Juli 2025, membuat banyak orang tua resah dan kecewa karena anak-anak mereka belum mengenakan seragam sebagaimana mestinya.

Salah satu kepala sekolah SMP negeri di Kabupaten Gowa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa banyak orang tua siswa baru yang mengeluhkan keterlambatan ini.
Pihaknya pun mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, dan hingga saat ini masih menunggu kepastian waktu distribusi.
“Kami sudah laporkan dan koordinasi. Katanya sementara diusahakan. Tapi untuk detail keterlambatannya, kami juga belum tahu pasti,” ujarnya.
Sebagai langkah sementara, beberapa sekolah mengambil inisiatif untuk membebaskan penggunaan pakaian olahraga bagi siswa baru selama masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS).
Hal ini dilakukan agar proses belajar dan adaptasi siswa tetap berjalan tanpa tekanan penampilan.
Namun, tak sedikit orang tua yang akhirnya terpaksa membelikan seragam sekolah dari kantong pribadi demi kenyamanan anaknya.
Salah seorang wali murid SMP di Kecamatan Pallangga menuturkan bahwa ia telah menghabiskan sekitar Rp 240 ribu untuk satu stel seragam, belum termasuk biaya tas, sepatu, dan alat tulis yang juga melonjak hampir dua kali lipat dari harga normal.
“Seragamnya belum ada, sedangkan anak-anak harus sekolah. Mau tidak mau kami beli dulu, padahal janji katanya gratis,” keluhnya.

Adapun kebutuhan standar siswa SMP umumnya mencakup seragam putih-biru, batik sekolah, pakaian olahraga, baju muslim, dan seragam pramuka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, saat dikonfirmasi terkait keterlambatan pembagian, hanya memberikan pernyataan singkat melalui pesan WhatsApp pada Selasa (16/07/2025):
“Sementara dipersiapkan pembagiannya.”
“Kami bagikan bertahap bulan juli dan agustus” singkatnya.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, tidak ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Dinas Pendidikan mengenai penyebab keterlambatan tersebut.

Program pembagian seragam gratis ini sebelumnya menjadi salah satu janji kampanye utama Bupati Gowa dan telah mendapatkan apresiasi saat simbolis diserahkan.
Namun jika realisasi di lapangan terus molor tanpa kejelasan, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap program ini mulai tergerus.
Laporan: Ran
Editor: oborBangsa


