JAKARTA, OBORNEWS– Latihan militer gabungan Super Garuda Shield 2025 resmi dibuka dengan melibatkan 6.500 personel dari 13 negara.

Indonesia menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini yang digelar di berbagai titik strategis, mulai dari Jakarta hingga Kepulauan Riau.

Acara pembukaan berlangsung di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Jakarta, Senin (25/8), dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar uji kemampuan militer, melainkan juga upaya membangun kepercayaan, solidaritas, dan persahabatan antarbangsa.

“Super Garuda Shield 2025 adalah wadah latihan bersama sekaligus respons cepat terhadap kompleksitas tantangan global, mulai dari bencana alam hingga ketegangan geopolitik,” ujar Jenderal Revita.
Latihan yang berlangsung hingga Kamis itu mencakup sejumlah aspek penting:
- Latihan staf tingkat operasional yang berfokus pada pengambilan keputusan strategis.
- Latihan siber untuk mengasah identifikasi, pengamanan, dan pertahanan dari ancaman digital.
- Operasi udara, operasi amfibi, pelatihan pasukan khusus, serta pertempuran hutan.
- Aksi sipil rekayasa berupa pembangunan infrastruktur desa dan latihan menembak gabungan senjata.
Adapun negara peserta terdiri atas Indonesia (4.105 personel), Amerika Serikat (1.347), Jepang (490), Australia (254), Korea Selatan (100), Belanda (84), Singapura (62), Kanada (35), Prancis (10), Jerman (4), Brasil (4), Selandia Baru (3), dan Inggris (3).
Latihan ini digelar di beberapa lokasi: Seskoal Jakarta, Pusat Misi Penjaga Perdamaian TNI (Jawa Barat), Pusat Latihan Tempur TNI AD (Sumatera Selatan), serta Pusat Latihan Tempur Marinir IX (Kepulauan Riau).
Super Garuda Shield sendiri telah menjadi agenda tahunan yang memperkuat interoperabilitas militer internasional.

Tahun ini, cakupan latihannya diperluas, mencerminkan kesiapan Indonesia dan mitra global dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman.

Laporan: Chris – OborJkt

