WATAMPONE,–Di tengah kesibukan memimpin Kabupaten Bone, Bupati Andi Asman Sulaiman turut merasakan pentingnya mengambil jeda sejenak dari rutinitas harian untuk merenung dan memperkuat diri, baik secara spiritual maupun mental.
Hal ini sejalan dengan kegiatan retret yang baru-baru ini diadakan oleh Kabinet Merah Putih pada 24-27 Oktober 2024 di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta seluruh jajaran kabinet.

Tujuannya jelas; memperkuat solidaritas dan komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang lebih maju.
Retret, sebagaimana dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah bentuk khalwat atau pengunduran diri sementara dari keramaian dunia untuk mencari ketenangan batin.
Istilah ini memang lebih sering digunakan dalam konteks agama namun esensinya universal.
Menurut Markus Marlon dalam bukunya Tuhan Mencintaimu, retret berasal dari kata Latin retrahere, yang berarti “menarik diri ke dalam suasana tenang”.
Dalam bahasa Prancis disebut retraite, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai retreat. Retret adalah momen khusus untuk merenung, introspeksi, dan memperdalam kehidupan rohani, jauh dari hiruk-pikuk kesibukan sehari-hari.
Kegiatan yang gelar negara ini, juga menjadi bagian dari upaya Bupati Andi Asman Sulaiman dalam membangun Kabupaten Bone yang lebih baik.
Baru-baru ini, ia menandatangani surat edaran pertama setelah dilantik, yang berisi imbauan kepada seluruh masyarakat Bone, khususnya kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN), dan non-ASN, untuk senantiasa melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah di masjid.
“Semoga seluruh elemen, baik Kepala OPD, ASN, maupun non-ASN di Bone, bisa melaksanakan salat lima waktu berjamaah di masjid,” ujar Asman dalam keterangannya, Jumat (21/2/2025).
Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid serta menjadikan Kabupaten Bone senantiasa diberkahi.
“Ini sebagai salah satu langkah agar Kabupaten Bone selalu mendapatkan berkah,” tegas Asman.
Langkah ini mencerminkan komitmennya untuk membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara material, tetapi juga kuat secara spiritual.
Retret, baik dalam konteks kabinet maupun kepemimpinan daerah, menjadi bukti bahwa penguatan diri secara spiritual dan mental adalah fondasi penting dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Dengan mengambil waktu untuk merenung dan memperdalam nilai-nilai kebersamaan serta keimanan, para pemimpin dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat untuk kemajuan bersama.
Dalam konteks ini, retret bukan sekadar kegiatan formal, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang peran dan tanggung jawab masing-masing individu dalam membangun negeri.
Baik di Magelang maupun di Bone, semangat yang sama terus digaungkan: membangun Indonesia yang lebih baik, dimulai dari penguatan diri dan kebersamaan.
(Laporan Redaksi OborBone)

