MAKASSAR — Kepala UPT SMA Negeri 8 Makassar, Iwanuddin, S.Pd, berhasil lolos seleksi Kepala Sekolah Berdedikasi dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2026.
Iwanuddin melewati tahapan presentasi dan wawancara yang dilaksanakan di Dinas Pendidikan Kota Makassar, Jalan AP Pettarani. Hasil tersebut mengantarkannya ke seleksi tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, dengan 23 kepala sekolah dari kabupaten/kota se-Sulsel sebagai peserta.
Dalam seleksi tersebut, Iwanuddin mempresentasikan sejumlah best practice yang selama ini diterapkan di SMAN 8 Makassar, terutama dalam pembinaan karakter peserta didik.
Dua program yang menjadi sorotan adalah basuh kaki orang tua dan Camp Character. Kegiatan basuh kaki orang tua diarahkan untuk menanamkan nilai penghormatan, kepedulian, rasa syukur, serta memperkuat karakter peserta didik. Sementara Camp Character difokuskan pada pembentukan kedisiplinan, karakter, dan attitude siswa.
Menurut Iwanuddin, program tersebut bukan kegiatan yang dibuat khusus untuk kepentingan seleksi, melainkan bagian dari rutinitas pembinaan peserta didik di SMAN 8 Makassar.
“Best practice yang kami presentasikan merupakan kegiatan yang selama ini menjadi rutinitas di SMAN 8 Makassar, yakni basuh kaki orang tua dan Camp Character. Program ini kami lakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan, karakter dan attitude peserta didik,” ungkap Iwanuddin, yang akrab disapa Iwan.
Ia menilai pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap, kedisiplinan, karakter, dan nilai moral peserta didik.
Seleksi Kepala Sekolah Berdedikasi HGN 2026 sendiri menjadi bagian dari apresiasi terhadap insan pendidikan yang memiliki dedikasi dan praktik baik. Nominasi tersebut tidak hanya mencakup kepala sekolah, tetapi juga guru, tenaga kependidikan, dan pengawas.
Lolosnya Iwanuddin ke tingkat provinsi sekaligus membuka ruang bagi SMAN 8 Makassar untuk memperkenalkan praktik pembinaan karakter yang telah dijalankan secara berkelanjutan.
Selanjutnya, Iwanuddin akan mengikuti seleksi tingkat Provinsi Sulawesi Selatan bersama kepala sekolah perwakilan dari 23 kabupaten/kota. Praktik baik yang diterapkannya di SMAN 8 Makassar akan menjadi bagian dari materi yang dibawa dalam tahapan tersebut. (Achild-oborbangsa)

