OBOR, GOWA — Pembangunan Jembatan Gantung/Perintis Tahap V di Sungai Lambere, Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, terus dikebut dengan melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat. Hingga Selasa (1/9/2026), progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 80,60 persen.
Pengerjaan jembatan dilakukan secara gotong royong oleh personel Yonzipur, Zibang, Yon TP, Babinsa Kodim 1409/Gowa, serta warga Desa Buakkang. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penyelesaian infrastruktur yang dinilai penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Jembatan yang dibangun di atas Sungai Lambere itu nantinya diharapkan dapat memperlancar akses transportasi, aktivitas sosial, serta distribusi hasil pertanian masyarakat. Keberadaannya juga dinilai akan mempermudah akses warga, termasuk anak-anak menuju sekolah.

Komandan Kodim 1409/Gowa, Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi, memberikan apresiasi terhadap semangat personel dan masyarakat yang terlibat dalam pengerjaan jembatan tersebut.
> “Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh personel serta partisipasi warga Desa Buakkang. Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol kebersamaan dan urat nadi perekonomian yang akan sangat bermanfaat bagi mobilitas masyarakat,” ujar Dandim.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Semangat gotong royong tersebut diharapkan terus dipertahankan hingga pembangunan jembatan selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Sementara itu, warga Desa Buakkang menyambut positif pembangunan jembatan tersebut. Masyarakat berharap fasilitas yang hampir rampung itu segera dapat digunakan sehingga akses menuju sejumlah fasilitas umum menjadi lebih mudah dan aman.
Dengan progres yang telah mencapai 80,60 persen, pembangunan Jembatan Gantung/Perintis Tahap V di Sungai Lambere diharapkan dapat segera dituntaskan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kecamatan Bungaya.
Laporan: Palallo

