GOWA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Lemo-lemo, Lingkungan Pattapang, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (30/9/2026).
Api membakar sekitar 6 hektare lahan yang didominasi tanaman pinus, kopi, dan semak belukar.
Upaya pemadaman melibatkan personel TNI, kepolisian, petugas kehutanan, Manggala Agni, BPBD Kabupaten Gowa, aparat pemerintah, serta masyarakat setempat.
Berkat koordinasi lintas unsur tersebut, api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 16.30 Wita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pendim 1409/Gowa, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 Wita oleh Marzuki Aha (44), yang melihat api dari ketinggian wilayah tersebut.
Saksi kemudian melaporkan kejadian itu kepada Kopda Muh. Sukri, Babinsa Kelurahan Pattapang, untuk segera ditindaklanjuti bersama aparat terkait.
Sekitar pukul 10.15 Wita, Kopda Muh. Sukri tiba di lokasi bersama aparat kepolisian dan warga. Mereka langsung melakukan upaya pemadaman awal menggunakan peralatan yang tersedia, termasuk juswater dan pompa manual, guna menahan penyebaran api agar tidak meluas ke area lainnya.
Penanganan kemudian diperkuat dengan kedatangan petugas pemadam kebakaran atau Manggala Agni pada pukul 13.15 Wita, lengkap dengan mobil tangki untuk mendukung proses pemadaman.
Sebanyak 33 personel dari berbagai unsur terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka terdiri atas dua personel Koramil 1409-04/Tinggimoncong, satu personel Polsek Tinggimoncong, tiga petugas KSDA Wilayah Malino, delapan personel Manggala Agni, 10 personel gabungan aparat pemerintah dan masyarakat, delapan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Pattapang, serta satu petugas BPBD Kabupaten Gowa.
Seluruh unsur bekerja bersama untuk melokalisasi titik api dan melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali kobaran api di area yang terdampak.
Pada pukul 16.30 Wita, seluruh titik api dilaporkan berhasil dikuasai dan proses pendinginan dinyatakan selesai. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Keberhasilan penanganan karhutla ini menunjukkan pentingnya respons cepat, koordinasi antarlembaga, dan keterlibatan masyarakat dalam menghadapi kebakaran di kawasan hutan dan lahan.
Babinsa Kelurahan Pattapang juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi lahan yang kering. Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah di sekitar kawasan hutan dan lahan karena dapat memicu kebakaran.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas.
Sumber: Pendim 1409/Gowa

