JAKARTA–Perkembangan kasus penahanan Sekretaris PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini semakin menarik perhatian.
Pengamat militer Connie Bakrie mengklaim memiliki dokumen rahasia serta rekaman skandal pejabat negara yang siap dipublikasikan jika mendapatkan izin dari Hasto.
Merespons hal ini, Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa dinamika politik di Indonesia tidak boleh diwarnai dengan ancaman dan negosiasi berbasis tekanan seperti yang dilakukan Connie.

โIndonesia tidak boleh dibangun dengan laku saling ancam dan bargain-bargain seperti ini,โ ujar Dahnil melalui akun X pribadinya pada Senin (24/2/2025).
Dahnil juga menekankan bahwa kebenaran seharusnya disampaikan dengan penuh tanggung jawab dan bukan sebagai alat tekanan politik.
โBila mau menyampaikan kebenaran, sampaikan saja. Tidak perlu ragu. Namun, pertanggungjawabkan apa yang disampaikan.
“Jangan sampai melempar fitnah,โ tandasnya.
Sebelumnya, Connie mengungkapkan keinginannya untuk bertemu langsung dengan Hasto sebelum kembali ke Rusia guna membahas dokumen yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan kasus yang sedang berjalan.
Ia juga menegaskan bahwa dokumen tersebut bukan miliknya secara pribadi, melainkan ia hanya bertindak sebagai penyimpan sesuai dengan perjanjian hukum yang telah disepakati.
โSaya sudah terikat perjanjian hukum terkait dokumen tersebut. Di mana saya hanya dititipi dan diminta untuk menyimpan”, ungkap Connie, yang juga merupakan Guru Besar Hubungan Internasional di Saint Petersburg State University.
Keberadaan dokumen rahasia di Rusia serta penahanan Hasto oleh KPK menjadi titik penting dalam dinamika politik saat ini.
Apakah dokumen tersebut akan mengungkap skandal besar atau justru menjadi alat politik, masih menjadi pertanyaan yang menarik perhatian publik.
(Redaksi OborJkt)

