Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) PAC Somba opu kab gowa Rachmad Dg Mone lahir 43 tahun lalu, yang juga sebagai karyawan instalasi PDAM Maros Tanralili.
Sudah 4 pekan tidak masuk kerja dikarenakan sakit gula dan paruparu yang kambuh menggerogoti tubuhnya dan menjalani pengobatan hanya rawat jalan.
Merasa tanggung jawab sebagai karyawan di PDAM Tanralili harus dilaksanakan pada hari senin 20 februari 2023, Rachmad yang akrab disapa Daeng mone memaksakan diri untuk kembali beraktifitas sebagai karyawan dikarenakan ada desakan dari direktur PDAM maros agar segera kembali bekerja.
Tepat jam 09.00 pagi itu Dg mone berpamitan kepada istrinya Fatimah (37) sambil memcium kening sang istri dan perpesan agar ‘jangan beritau teman teman kalau saya berangkat kerja’.
Fatimah sempat melarang agar tidak usah pergi kerja karna kondisi sang suami masih belum pulih, namun Dg mone berkeras untuk tetap berangkat kerja dengan alasan ‘ banyak pekerjaan yang tertunda harus diselesaikan dan bergegas pergi dengan menggunakan sepeda motor, celana training warna merah dan baju kaos oblong hitam dengan corak GPK somba opu.
Entah apa yang ada dibenaknya tepat jam 11.00 Dg mone menelpon istrinya Fatimah dengan vidio call dan berpesan ‘ jaga dirimu dan anak anak baik baik, dan sampaikan kepada sahabat, tetangga jika ada salah mohon dimaafkan’ ucapnya dari balik telepon genggamnya..
Sekitar jam 13.00 Fatimah kembali menelpon Dg mone namun hpnya tidak aktif, sang istri yang gelisah kemudian menelpon istri salah seorang rekan kerja suaminya Irwsnsyah dan berharap agar mencari tau keberadaan Dg mone di kantor PDAM tanralili,
Sekitar pukul 17.00 istri Irwansyah memberikan kabar lewat telepon kepada Fatimah jika dg mone tidak berada dikantor, disisi lain rekan kerja dg mone, Irwansyah mengatakan jika sekitar jam 16.00 berteriak memanggil keberadaan dg mone namun tidak dijawab dari balik ruangan, Irwanpun bergegas mencari disekitar kantor, ruangan dan instalasi namun tidak ditemukan, Irwan kemudian menghubungi Fatimah istri dg mone sambil berkata ‘ tidak adaki dg mone dikantor’.
Fatimah sontak kaget dan gelisah kemudian berinisiatif memberi tau semua keluarga dan sahabat dg mone agar membantu mencari dg mone dikantor tempat dia bekerja.
Keluarga dan para sahabat yang mendapatkan kabar sekitar pukul 17.00 langsung bergegas menuju kec tanralili kab maros kantor pdam tempat dg mone bekerja.
Saat tiba dikantor para sahabat dan keluarga segera menyisir setiap ruangan yang ada dikantor pdam tersebut, namun hasilnya nihil, mereka pun beristirahat sejenak.
Pada pukul 21.10 mereka pun kembali melakukan pencarian dibelakang kantor tersebut, alhasil dibalik pagar mereka menemukan sendal, obat obat dan handuk putih yang ada bercak darah tercecer dibalik pagar.
Hujan turun begitu deras, pencarianpun terhenti dan mereka memutuskan untuk balik diruangan kantor pdam sambil berteduh.
Melihat suasana kantor terdapat cttv, salah seorang kerabat dg mone, Inchi Lakase (37) menganjurkan kepada staf pdam agar membuka rekaman cttv yang aktif, namun karyawan tersebut mengatakan ‘ rusak motornya ( layar lcd)’ ‘nanti saya perbaiki’ ucap salah seorang keluarga dg mone yang turut serta dalam pencarian, alhasil monitor cttv menyala.
Nampak dalam gambar cttv sekitar pukul 16.30 dg mone terlihat berjalan dengan memakai celana kain warna hitam sambil membawa handuk warna putih dengan menggunakan sendal ke arah salah satu ruangan dan tak terlihat lagi, Penanggung jawab pdam tanralili Irwansyah juga nampak di layar cttv memakai baju kaos warna merah menengok kekiri dan kekanan didepan pintu pagar kantor pdam tanralili sambil memegang sebilah parang, tidak lama berselang kemudian salah seorang rekan kerjanya juga nampak dalam rekaman cttv tersebut memasuki halaman kantor.
Pada pukul 05.30 setelah shalat subuh pencarian dilanjutkan kembali dan menyisir hutan bambu yang ada dibelakang kantor pdam tanralili, 30 menit berselang dg mone pertama kali ditemukan oleh irwansyah dan bertetiak sambil menunjuk ‘itu dg mone’ salah seorang kerabat Inchi berlari tergopoh gopoh dan hampir terjatuh bergegas mendekati dg mone sambil berteriak histeris ‘ Astagfirullah alazhim’ kodong dg mone dibunuh’ nampak dg mone terbujur kaku dengan luka menganga hitam kebiruan dileher, ditangan sebelah kanan tepat dinadi terdapat luka sobek menganga, diperut terdapat tiga luka goresan seperti habis terseret.
Juga ditemukan disekitar kaki sebelah kanan nampak sebuah pisau katter, tangan sebelah kiri erat menggenggam sehelai daun kering
Para keluarga dan sahabat sontak kaget dan tak percaya melihat kondisi dg mone yang menemui ajal dengan tragis.
Irwansyah selaku penanggung jawab bergegas melapor kepolsek tanralili atas penemuan mayat salah seorang karyawan kantor pdam tanralili maros.
Jasad dg mone kemudian di identivikasi dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bayangkara untuk diotopsi penyebab kematiannya. Bersambung…….
(Red-oborbangsa-Andi-Baso-TG)


