SUNGGUMINASA,–Program Orang Tua Asuh pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 1984 melalui Yayasan Dana Bantuan Pendidikan (YDBP) dengan tujuan membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan.
Program ini kemudian diperluas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Fuad Hassan, pada tahun 1990 melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA).
Sejak saat itu, program ini berkembang ke berbagai daerah di Indonesia dengan dukungan pemerintah, organisasi sosial, serta masyarakat umum.

Di Kabupaten Gowa, program Orang Tua Asuh kini menjadi fenomena viral setelah dicanangkan oleh Bupati terpilih Hj.ST Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati H. Darmawangsyah Muin.
Pasangan pemimpin ini secara aktif mendorong pejabat daerah, SKPD, dan camat untuk ikut serta dalam gerakan ini dengan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Langkah ini disambut antusias oleh masyarakat dan menjadi tren positif di media sosial serta lingkungan pemerintahan.
Program ini juga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Syaiful Bahri, seorang pegiat sosial dari Gerakan Lintas Aktor Kabupaten Gowa.
Menurutnya, program ini masih sangat efektif dalam upaya pengentasan kemiskinan, terutama dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.
“Ini adalah langkah nyata yang bukan hanya membantu anak-anak mendapatkan pendidikan, tetapi juga mengangkat taraf hidup masyarakat dalam jangka panjang.
“Jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan, program ini akan menjadi investasi besar bagi masa depan Gowa,” ujarnya.
Selain pendidikan, pasangan Hj. ST Husniah – H.Darmawangsyah juga menaruh perhatian besar pada sektor kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kebijakan yang inklusif dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mereka berharap program ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi anak-anak Gowa yang membutuhkan.
Melalui viralnya Program Orang Tua Asuh, Kabupaten Gowa kini menjadi contoh keberhasilan dalam membangun solidaritas sosial demi masa depan generasi muda yang lebih cerah.
(Laporan Redaksi OborGowa )

