“Setiap hari, ribuan berita lahir. Tapi tak semuanya bernapas.
Sebagian hanya bunyi cepat, gaduh, tapi hampa.”
Itulah wajah media hari ini; hidup di tengah kebisingan digital yang sering kali kehilangan arah.
Saya percaya, SMSI Gowa hadir bukan untuk menambah riuhnya suara, tapi untuk memberi arah agar media kembali menjadi cahaya di antara kabut informasi.

Bidang SDM yang saya emban mungkin tidak tampak ramai. Tapi di sanalah akar kekuatan media sebenarnya tumbuh; MANUSIA.
Wartawan yang tangguh bukan diukur dari seberapa cepat ia menulis, tapi seberapa dalam ia memahami makna kebenaran.
Saya masih ingat pesan Ketua SMSI Sulsel, Anwar Sanusi, saat pelantikan di Jeโne Tallasa Sileo (29/10/2025)
โMedia hari ini bukan tentang siapa paling cepat, tapi siapa paling jujur.โ
Pesan sederhana, tapi menampar banyak kenyataan.
Kita sibuk berlomba jadi pertama, tapi lupa jadi benar.
Kita pandai menulis, tapi sering lupa mendengar.
Maka, program bidang SDM SMSI Gowa akan berangkat dari sana: menumbuhkan kembali kesadaran etik, membangun jurnalis yang berpikir sebelum menulis, dan berani menulis dengan hati.
Sebab media yang mencerdaskan hanya bisa lahir dari jurnalis yang tercerahkan.
Dan di tengah kebisingan digital, SMSI harus jadi ruang yang paling tenang โ tempat kebenaran masih bisa didengar dengan jernih.
Oleh: Arfandi Palallo
Pengurus Bidang SDM SMSI Gowa & Redaktur Umum Media OnlineโTV Channel oborBangsa

