SUNGGUMINASA– Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Gowa mengecam keras tindakan sepihak dan tidak profesional yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gowa yang menurunkan baliho AMPI tanpa notifikasi dan koordinasi yang jelas.
Insiden ini, yang terjadi untuk kedua kalinya, dinilai mencederai semangat Gowa yang aman dan kondusif yang selalu digaungkan oleh pemerintah daerah sendiri.
Pada tengah malam hari, tanggal 30 oktober, baliho DPD AMPI Gowa yang baru beberapa menit dipasang di perempatan Kantor Bupati Gowa ditemukan hilang.
Sebelumnya, insiden serupa juga pernah terjadi, baliho MUSDA DPD AMPI Sulsel kami juga pernah hilang seperti itu, ini menunjukkan adanya pola tindakan yang mencurigakan dari aparat penegak perda itu.
Kami menilai Satpol PP Gowa tidak profesional bertindak layaknya “preman” dengan menurunkan baliho secara diam-diam di tengah malam.
Saat kami tanyai, salah seorang anggota SATPOL PP Gowa menjawab bahwa kami hanya diperintah, siapa yang perintah tanya ketua DPD AMPI Gowa.
Tindakan ini tidak mencerminkan profesionalisme dan prosedur yang seharusnya diikuti oleh aparat pemerintah.
Tanpa kordinasi, tanpa notifikasi, tanpa surat peringatan, atau konfirmasi apapun sebelum baliho diturunkan. Ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai motif di balik tindakan tersebut.
Ini bukan kali pertama baliho DPD AMPI Gowa diturunkan di lokasi yang sama tanpa alasan yang jelas. Pola tindakan ini menimbulkan kecurigaan adanya “tendensi lain” atau bisa saja ada muatan politis di balik insiden tersebut.
Atas nama DPD AMPI Gowa menuntut Pemda Gowa, khususnya Satpol PP, untuk segera memberikan penjelasan resmi dan transparan terkait tindakan ini.
Keterbukaan dari pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menghindari spekulasi dan ketidakpercayaan publik.
Tindakan sepihak ini justru mencederai slogan pemerintah daerah sendiri (Gowa Aman). Aksi yang tidak beretika ini menunjukkan ada masalah dari dalam tubuh pemerintah daerah sendiri yang perlu segera dibenahi.
“Kami tidak akan diam melihat tindakan sepihak yang mencederai demokrasi dan semangat kebersamaan ini,” ujar Syamsu Marlin Ketua DPD AMPI Gowa.
Kami meminta publik untuk mengawasi kasus ini karena ini adalah masalah integritas pemerintah daerah.
DPD AMPI Gowa mendesak Pemda Gowa untuk segera menindaklanjuti tuntutan ini dan memastikan tidak ada lagi tindakan “premanisme” oleh aparat pemerintah di masa mendatang.
Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) adalah organisasi nasional pemuda yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial, politik, dan kemasyarakatan di Kabupaten Gowa. AMPI Gowa berkomitmen untuk mengawal jalannya pembangunan dan demokrasi di Indonesia. (**)


