MAKASSAR — Penghargaan Kompolnas Awards 2026 yang diraih Polsek Biringkanaya, Polrestabes Makassar, Polda Sulawesi Selatan, menjadi lebih dari sekadar pengakuan atas kinerja sebuah institusi kepolisian di tingkat kewilayahan. Di tengah kompleksitas persoalan keamanan dan tuntutan pelayanan publik di kawasan perkotaan, penghargaan tersebut menempatkan kinerja Polsek Biringkanaya dalam sorotan yang lebih luas.
Polsek Biringkanaya ditetapkan sebagai penerima penghargaan pada kategori Polsek Kelompok A (Urban dan Metro). Sebelumnya, Polsek Biringkanaya masuk dalam lima besar nominator bersama Polsek Medan Barat, Polsek Pesanggrahan, Polsek Banguntapan, dan Polsek Tanah Sereal.
Masuknya sebuah polsek dalam nominasi Kompolnas Awards bukan semata-mata berkaitan dengan kemampuan menjaga keamanan. Proses penilaian mencakup sejumlah aspek, antara lain kinerja, inovasi, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di sinilah penghargaan tersebut memiliki arti penting. Polsek sebagai institusi kepolisian yang berada paling dekat dengan masyarakat menghadapi persoalan yang secara langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari. Penanganan gangguan keamanan, penerimaan laporan masyarakat, respons terhadap persoalan sosial, hingga upaya menjaga ketertiban menjadi bagian dari pekerjaan yang menentukan bagaimana publik melihat kehadiran polisi.
Dalam konteks kawasan urban dan metropolitan, tantangan tersebut semakin kompleks. Pertumbuhan penduduk, mobilitas masyarakat, perkembangan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi menciptakan kebutuhan terhadap pelayanan kepolisian yang tidak hanya responsif, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan karakter masyarakat perkotaan.
Karena itu, penilaian terhadap kinerja polsek tidak berhenti pada seberapa banyak persoalan yang ditangani. Aspek inovasi dan pelayanan menjadi penting untuk melihat bagaimana institusi kepolisian menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Penghargaan Kompolnas Awards 2026 kemudian menjadi titik evaluasi sekaligus momentum bagi Polsek Biringkanaya. Capaian tersebut menunjukkan adanya apresiasi terhadap kinerja yang telah dilakukan, tetapi pada saat yang sama membawa tuntutan agar kualitas pelayanan dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Kapolsek Biringkanaya Kompol Setiawan A Malik, S.I.K., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel.
«“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh personel Polsek Biringkanaya. Namun yang lebih penting, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga situasi kamtibmas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kompol Setiawan A Malik.»
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa penghargaan diposisikan bukan sebagai tujuan akhir. Bagi jajaran Polsek Biringkanaya, capaian itu menjadi dorongan untuk mempertahankan pelayanan dan keamanan masyarakat di wilayah hukumnya.
Namun, tantangan terbesar setelah sebuah penghargaan justru berada pada keberlanjutan. Pengakuan dalam sebuah ajang penghargaan harus diterjemahkan ke dalam pelayanan yang dapat dirasakan masyarakat secara konsisten, bukan hanya menjadi pencapaian administratif atau simbol institusi.
Dalam konteks kepolisian tingkat sektor, ukuran keberhasilan pada akhirnya tidak hanya terlihat dari sebuah piala atau penghargaan. Kepercayaan masyarakat, kecepatan merespons laporan, kualitas komunikasi dengan warga, kemampuan menyelesaikan persoalan keamanan, serta konsistensi menjaga ketertiban merupakan bagian dari pengalaman publik terhadap institusi kepolisian.
Dengan demikian, Kompolnas Awards 2026 dapat dibaca sebagai sebuah penanda atas kinerja Polsek Biringkanaya sekaligus awal dari tantangan berikutnya. Setelah mendapat pengakuan sebagai salah satu polsek pada kategori Urban dan Metro, pekerjaan yang lebih sulit adalah memastikan standar pelayanan tersebut tetap berjalan ketika perhatian terhadap penghargaan mulai berkurang.
Bagi masyarakat, penghargaan pada akhirnya baru memiliki makna ketika prestasi institusi dapat berujung pada satu hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari: pelayanan kepolisian yang hadir, responsif, dan dapat dirasakan manfaatnya. (Indra-oborbangsa)

