SUNGGUMINASA โ Setelah sekian lama hanya dikenal sebagai pengelola tambang dan pupuk organik (Holding Company), PT Perseroda Gowa Maju Bersama kini tampil dengan wajah baru. Tak lagi jalan di tempat, perusahaan milik daerah ini mulai agresif merambah sektor pariwisata, produksi seragam, bahan pangan, hingga percetakan.
Transformasi ini menjadi bagian dari gebrakan besar di bawah kepemimpinan Bupati Gowa, ST Husniah Talenrang, yang menantang Perseroda untuk benar-benar menjadi lokomotif peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus pencipta ribuan lapangan kerja bagi warga Gowa.
โKita challange Perseroda pada Desember nanti sudah ada kontribusi PAD untuk Kabupaten Gowa. Tujuan kita ingin melihat Gowa semakin maju yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat,โ tegas Bupati Husniah saat meresmikan kantor Perseroda, Jumat (16/8/25).
Ia menekankan, BUMD ini tak boleh hanya jadi formalitas. Dengan pengelolaan profesional, Perseroda harus menjelma sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
โPerseroda bisa menjadi wadah bagi anak muda untuk ikut terlibat dalam pembangunan daerah,โ jelasnya.
Salah satu langkah yang cukup berani adalah menghidupkan kembali unit percetakan PD Karya.
Dulu, di era Bupati Syahrul Yasin Limpo, PD Karya dikenal sebagai percetakan yang mencetak nota, karcis, hingga kertas kop.
Di masa Ikhsan Yasin Limpo, PD Karya bahkan bertransformasi menjadi pusat penjualan motor matic buatan Indonesia.
Sayangnya, sejak lebih dari 15 tahun terakhir, PD Karya seakan tenggelam dan mati suri.
Kini, di tangan Bupati Husniah, PD Karya bangkit dengan energi baru setelah resmi digabungkan dalam manajemen Perseroda Gowa Maju, yang dulunya dikenal sebagai holding company perusda.
Tak hanya itu, Perseroda juga bergerak cepat menjalin kerjasama dengan ASITA untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, mengaktifkan kembali IUP tambang galian C agar sesuai regulasi, hingga menjajaki bisnis penyediaan bahan pokok untuk BGN.
Plt Dirut Perseroda Gowa Maju Bersama, Ardiansyah Arsyad, mengaku sejak diberi amanah awal Juli lalu, pihaknya langsung tancap gas.
โSudah banyak terobosan yang dilakukan, mulai dari optimalisasi aset potensial, pengembangan percetakan, hingga kerjasama di sektor pariwisata dan perdagangan.”
“Semua ini untuk mendorong PAD sekaligus membuka lapangan kerja,โ ungkapnya.
Ardiansyah pun mengajak masyarakat ikut terlibat.
โMari bersama-sama mendukung kemajuan Perseroda ini, karena bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Gowa,โ tegasnya.
Peresmian kantor dan unit percetakan Perseroda turut dihadiri Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, Sekda Gowa Andy Azis, Forkopimda, serta pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.
Kini bola ada di tangan Perseroda. Publik menanti, apakah perusahaan daerah ini benar-benar akan menjadi mesin penggerak ekonomi Gowa, atau justru kembali mengulang kisah lama PD Karya yang pernah tenggelam. Jawabannya ada pada langkah nyata mereka ke depan.
Laporan: Pen


