PAREPARE – Semangat kebersamaan dan solidaritas antar-insan pers kembali dibuktikan oleh jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan. Di tengah jadwal organisasi yang begitu padat, Ketua PWI Sulsel, Suwardi Thahir, bersama para pengurus inti menyempatkan waktu khusus untuk menjenguk Anggota Dewan Penasehat PWI Sulsel, Ibrahim Manisi, yang sedang menjalani perawatan medis di RSUD Andi Makkasau, Parepare, Jumat (30/10/2026).
Dalam kunjungan penuh kehangatan tersebut, Suwardi Thahir didampingi oleh jajaran pimpinan penting, yakni Wakil Ketua Bidang Organisasi Mappiar HS, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Faisal Syam, Wakil Ketua Bidang Pengelolaan Aset Ade Cahyadi, Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sulsel Hj. St. Farida Suwardi Thahir, serta Bendahara IKWI Sulsel Hj. Nurhasanah Mappiar.
Nuansa keakraban langsung terasa begitu rombongan menginjakkan kaki di ruang perawatan. Kehadiran mereka tak hanya sekadar membesuk, melainkan juga menyalurkan dukungan moril serta memanjatkan doa tulus agar Ibrahim Manisi lekas diberi kesembuhan dan bisa kembali berkarya seperti sedia kala.
Mewakili rombongan, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel, Mappiar HS, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata penghormatan kepada para senior yang telah mendedikasikan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan dunia kewartawanan di Sulawesi Selatan.
“Ini merupakan bentuk kepedulian pengurus PWI Sulsel kepada keluarga besar PWI. Beliau adalah senior dan bagian penting dari perjalanan organisasi. Karena itu, kami merasa perlu hadir untuk memberikan semangat dan doa,” ujar Mappiar.
Ia menambahkan, agenda menjenguk ini sengaja diagendakan tepat usai rombongan menuntaskan rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Soppeng. Meski lelah usai perjalanan panjang, para pengurus sepakat untuk singgah sejenak di Kota Parepare demi memastikan kondisi sang senior terpantau dengan baik.
“Kunjungan ini sengaja kami lakukan usai melaksanakan agenda di Kabupaten Soppeng. Saat mengetahui kondisi Pak Ibrahim Manisi sedang dirawat, kami sepakat untuk menjenguk beliau sebelum kembali ke Makassar,” katanya.
Mappiar menegaskan bahwa eksistensi sebuah organisasi profesi tidak boleh hanya berorientasi pada program kerja semata, melainkan harus hidup dengan nilai solidaritas dan empati yang tinggi. Ketika ada anggota yang diuji dengan masalah kesehatan, sudah selayaknya keluarga besar PWI hadir untuk saling menguatkan.
Sikap nyata yang ditunjukkan oleh Ketua PWI Sulsel beserta jajaran dan IKWI ini mempertegas bahwa ikatan kekeluargaan di tubuh organisasi pers regional ini terjalin sangat erat. Kepedulian sosial semacam ini diyakini sebagai fondasi utama dalam merajut organisasi yang solid dan tahan banting.
Sementara itu, Ibrahim Manisi tampak terharu dan menyampaikan apresiasi mendalam atas kejutan kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran rekan-rekan seprofesi di tengah bilik perawatan memberikan suntikan energi psikologis tersendiri untuk mempercepat proses pemulihannya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Ketua PWI Sulsel, Bapak Suwardi Thahir, bersama seluruh pengurus yang telah meluangkan waktu menjenguk saya. Dukungan, perhatian, serta doa yang diberikan menjadi energi positif bagi saya untuk segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Ibrahim Manisi.
Bagi tokoh senior yang juga Anggota Dewan Penasehat PWI Sulsel ini, momen tersebut membuktikan bahwa PWI jauh melampaui batasan formal sebuah organisasi profesi, melainkan sebuah wadah persaudaraan sejati yang merawat ikatan emosional lintas generasi.
“Kehadiran teman-teman PWI Sulsel membuat saya merasa tidak sendiri menghadapi ujian kesehatan ini. Semoga silaturahmi dan kebersamaan yang selama ini terjaga di tubuh PWI terus terjaga dan semakin kuat ke depannya,” tuturnya.
Usai memberikan dukungan di rumah sakit, rombongan PWI dan IKWI Sulsel menyempatkan diri singgah melepas penat di Teras Empang, Parepare. Menikmati panorama pesisir pantai yang eksotis ditemani secangkir kopi hangat, Suwardi Thahir dan Hj. St. Farida Suwardi Thahir memanfaatkannya untuk sejenak merilekskan pikiran setelah perjalanan panjang dari Soppeng.
Suasana santai tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk berdiskusi ringan mengenai strategi dan agenda organisasi di masa mendatang, menciptakan atmosfer kebersamaan yang kian erat sebelum mereka bersiap melanjutkan perjalanan pulang.
Sesaat setelah menikmati keindahan senja Kota Parepare dari Teras Empang, seluruh rombongan PWI dan IKWI Sulsel akhirnya bertolak meninggalkan kota bersemi itu untuk kembali ke Makassar. Rangkaian kegiatan ini menjadi potret indah bahwa di balik ketatnya rutinitas jurnalistik, nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan persaudaraan abadi tetap menjadi napas utama keluarga besar PWI Sulawesi Selatan. (James-indra-oborbangsa)

