MAKASSAR– Politeknik Sandi Karsa semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga vokasi farmasi yang kompeten dan siap bersaing di dunia profesional.
Melalui Program Studi Diploma Tiga (D-III) Farmasi, institusi ini menerapkan sistem unik dalam penyusunan soal uji kompetensi guna meningkatkan persentase kelulusan mahasiswa.
Salah satu langkah inovatif yang dilakukan adalah penyusunan soal uji kompetensi yang tidak hanya berfokus pada kualitas, tetapi juga relevansi dengan standar industri farmasi.

Proses ini dilakukan oleh para dosen dengan mengedepankan pendekatan kolaboratif, di mana setiap soal dirancang untuk mengukur pemahaman teori sekaligus keterampilan praktis mahasiswa.
Ketua Program Studi D-III Farmasi Politeknik Sandi Karsa : apt Zulfiah, S.Si.,M.kes mengungkapkan bahwa aktivitas dosen dalam merancang soal uji kompetensi menjadi aspek penting dalam proses pembelajaran.
“Kami tidak hanya ingin menguji kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga memastikan mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja,” ujarnya.
Dosen yang memiliki keahlian di bidang teori farmasi bekerja sama dengan dosen yang memiliki pengalaman praktis di lapangan.
Sinergi ini memastikan bahwa soal yang disusun mencakup berbagai aspek esensial dalam farmasi, mulai dari teori dasar hingga aplikasi praktis.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas soal, tetapi juga memberikan tantangan yang lebih nyata bagi mahasiswa dalam mengukur kompetensinya.
Selain itu, evaluasi dan perbaikan soal secara berkala menjadi bagian dari strategi Politeknik Sandi Karsa dalam meningkatkan efektivitas sistem ini.
Setiap soal diuji dan ditinjau ulang agar tetap relevan dengan perkembangan industri farmasi yang dinamis.
“Kami memastikan soal yang dibuat mampu mencerminkan kondisi nyata di dunia kerja, sehingga mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan profesional,” tambah Sekretaris Prodi apt Zulfiyana, H.Ambo Lau S.Si., M.Si
Hasil dari penerapan sistem ini mulai terlihat dengan meningkatnya persentase kelulusan mahasiswa dalam beberapa periode terakhir.
Mahasiswa lebih siap menghadapi ujian karena soal yang diberikan tidak hanya menuntut hafalan, tetapi juga pemahaman mendalam serta penerapan keterampilan praktis.
Dengan sistem uji kompetensi yang lebih baik dan inovatif ini, Politeknik Sandi Karsa terus berkomitmen untuk menjadi institusi pendidikan vokasi yang unggul.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi dunia farmasi dengan mencetak tenaga profesional yang kompeten dan siap bersaing di industri kesehatan. (*)


