MAKASSAR, Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dijadwalkan pada Agustus 2025, persaingan untuk menduduki posisi Ketua DPD I Golkar Sulsel semakin memanas.
Sejumlah nama mulai mencuat sebagai calon kuat yang diperkirakan akan bersaing ketat dalam ajang politik internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Salah satu kandidat terkuat adalah Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi.

Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar sekaligus Wali Kota Makassar terpilih periode 2025-2030.
Di bawah kepemimpinannya, Golkar Makassar berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilu 2024 dan meningkatkan jumlah kursi di DPRD.
Pengamat politik dari Post Politica Indonesia, Anis Kurniawan, menilai Appi memiliki peluang besar untuk memimpin Golkar Sulsel.
Ia menyebut bahwa kondisi kepemimpinan sebelumnya yang menuai kritik membuka jalan bagi figur muda seperti Appi untuk mengambil alih kepemimpinan.
Selain itu, dukungan dari Erwin Aksa, yang merupakan ipar Appi sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, juga dinilai menjadi faktor yang memperkuat posisinya.
Selain Appi, nama Ilham Arief Sirajuddin (IAS) juga masuk dalam bursa calon ketua.
Mantan Wali Kota Makassar dua periode ini memiliki basis pendukung yang solid dan pengalaman politik yang panjang.
Meskipun belum secara resmi menyatakan maju, banyak pihak melihatnya sebagai kandidat yang dapat memberikan persaingan serius.
Kadir Halid, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Harian Golkar Sulsel dan anggota DPRD Sulsel tiga periode, juga disebut-sebut sebagai calon potensial.
Pengalamannya dalam struktur partai dan legislatif menjadikannya salah satu kandidat yang diperhitungkan dalam perebutan kursi ketua.
Selain itu, Bupati Gowa dua periode, Adnan Purichta Ichsan, serta Wakil Gubernur Sulsel terpilih, Fatmawati Rusdi, turut dikaitkan dengan bursa calon Ketua Golkar Sulsel.
Adnan memiliki rekam jejak kepemimpinan yang baik di Gowa, sementara Fatmawati disebut-sebut telah resmi menjadi kader Golkar setelah diusung dalam Pilgub Sulsel.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Hasrullah, M.A., menilai bahwa persaingan dalam Musda kali ini akan berlangsung ketat, mengingat figur-figur yang muncul memiliki basis massa yang kuat dan strategi politik masing-masing.
“Golkar Sulsel membutuhkan pemimpin yang mampu membangun soliditas internal dan mempertahankan dominasi partai di daerah ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Partai Golkar Sulsel Bidang Organisasi, Armin Mustamin Toputiri, menegaskan bahwa seluruh kader memiliki hak untuk maju dalam bursa calon Ketua DPD I.
Menurutnya, proses pencalonan akan dilakukan secara terbuka dengan mempertimbangkan aspek prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT).
Dengan dinamika yang berkembang, Musda Golkar Sulsel 2025 diprediksi akan berlangsung sengit.
Persaingan antara faksi-faksi di dalam partai berpotensi memicu ketegangan, sehingga diperlukan mekanisme yang transparan dan adil agar proses pemilihan berlangsung kondusif.
Golkar Sulsel kini berada di persimpangan jalan untuk menentukan pemimpin yang akan membawa partai menuju kejayaan pada pemilu mendatang.
(Laporan Redaksi OborMksr)

