Proyek pemasangan intake dan jaringan pipa air baku Balai Besar Waduk Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang yang dibangun dibeberapa kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan diduga kuat dikorupsi oleh rekanan atas kerjasama dengan pihak pemberi proyek.
Proyek intake jaringan pipa air baku BBWS pompengan jeneberang yang dibangun tahun 2020 – hingga 2023 tidak dapat difungsikan dan beroprasi lagi, mesin yang terpasang sudah rusak dengan anggaran puluhan milyar diduga dikorup.

Proyek pembangunan intake dan jaringan pipa air baku yang ada dikabuten bantaeng tahun 2020 dengan anggaran Rp12 milyar rupiah lebih oleh PT Fikri Bangun Persada, pemasangan mesin merek lambordini tahun pembuatan 1991, seharusnya mesin yang terpasang produksi tahun 2020.
Pembangunan intake dan jaringan pipa air baku Tana Toraja dengan nilai anggaran Rp 40 milyar lebih pada tahun 2020 oleh PT. Indotehnik juga mengalami hal yang sama, proyek pengadaan air bersih untuk masyarakat yang ada di kabupaten barru yang dibangun tahun 2017 hingga saat ini tahun 2024 tidak dapat dinikmati oleh masyarakat kabupaten barru.
Pembangunan intake dan jaringan pipa air baku kota sengkang kabupaten wajo dengan nilai Rp 27 milyar lebih oleh PT Mari Bangun Nusantara, bernasib sama dengan mesin yang rusak dan tidak berfungsi dengan baik.
Ke empat Proyek intake dan jaringan pipa air baku mulai dibangun tahun 2020 hingga selesai dibangun tidak dapat digunakan sampai saat ini, sehingga timbul komplain dari masyarakat, ” Proyek pipa itu pak setelah selesai dibangun sampai sekarang tidak berfungsi” ungkap beberapa tokoh pemuda dan masyarakat saat ditemui di daerah masing masing.
Proyek intake dan jaringan pipa air baku yang dibangun tahun 2017 hingga tahun 2024 harus diusut kembali, para kontraktor serta pejabat pembuat komitmen (PPK) harus bertanggung jawab atas dugaan penyalahgunaan anggaran pada proyek tersebut, ungkap Koordinator wilayah 3 LT-KPSKN PIN RI, NS H Mustajab. S.kep.M.kes.
Mustajab, berharap agar pemerintahan Prabowo-Gibran serta kabinet merah putih mengusut tuntas proyek yang ditengarai dikorupsi yang merugikan negara di provinsi Sulawesi Selatan, mentri PUPR yang baru agar segera mengusut proyek pembangunan intake dan jaringan pipa air baku yang ada di provinsi Sulawesi Selatan dan sulampapua, yang dikelola oleh Balai Besar Pompengan Jeneberang., kuncinya.
Balai Besar Waduk Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, SNVT Air tanah dan air Baku, saat dikonfirmasi beberapa kali dikantornya, jl monumen emmy saelan makassar dan jl perintis kemerdekaan makassar, “tidak berada ditempat”. (Tim-oborbangsa)


