MAKASSAR, OBORBANGSA .ID– Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Makassar (DPP IKA UNM), Nurdin Halid, mendorong peringatan Dies Natalis Ke-65 Universitas Negeri Makassar menjadi titik tolak untuk memperkuat transformasi, inovasi, dan kolaborasi seluruh unsur kampus.
Menurutnya, peringatan hari lahir perguruan tinggi tidak semestinya berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi harus dimanfaatkan sebagai momentum mengevaluasi perjalanan institusi sekaligus menyusun langkah strategis menuju masa depan.
Dies Natalis Ke-65 UNM mengusung tema **“65 Tahun Mengabdi: Tangguh, Inovatif, Berdampak bagi Negeri”**. Tema tersebut dinilai mencerminkan perjalanan panjang UNM dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkiprah di berbagai sektor.

“Selama 65 tahun, UNM telah melahirkan banyak pendidik, akademisi, birokrat, pengusaha, politisi, profesional, dan tokoh masyarakat yang mengabdi di berbagai daerah serta bidang kehidupan,” kata Nurdin Halid, Kamis (30/7/2026).
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu mengatakan, ketangguhan UNM telah terlihat dari kemampuannya bertahan, beradaptasi, dan berkembang menghadapi perubahan zaman. Modal tersebut harus terus diperkuat untuk menjawab berbagai tantangan baru dalam dunia pendidikan tinggi.
Tantangan itu meliputi percepatan transformasi digital, perkembangan teknologi kecerdasan buatan, perubahan kebutuhan dunia kerja, serta persaingan antarperguruan tinggi yang semakin terbuka, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Karena itu, UNM diharapkan tidak hanya mempertahankan capaian yang telah diperoleh, tetapi juga terus menghadirkan terobosan dalam proses pembelajaran, penelitian, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Perguruan tinggi harus menjadi tempat lahirnya solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Nurdin menegaskan, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak cukup diukur dari banyaknya lulusan, publikasi ilmiah, maupun penghargaan yang diraih. Keberhasilan juga harus terlihat dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian harus mampu meningkatkan kualitas pendidikan, membuka peluang ekonomi, memperkuat kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Ia berharap UNM ke depan semakin kuat secara kelembagaan, unggul dalam inovasi, memiliki jaringan internasional yang luas, serta tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat dan nilai-nilai kearifan lokal.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Nurdin mengajak sivitas akademika, alumni, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan seluruh mitra strategis UNM memperkuat kerja sama melalui program yang konkret, produktif, dan berkelanjutan.
“Dies Natalis ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Ini harus menjadi momentum konsolidasi seluruh kekuatan besar UNM untuk bergerak bersama dalam satu semangat,” tegasnya.
Kepada sivitas akademika, Nurdin berpesan agar budaya akademik yang unggul, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada prestasi terus dikembangkan.
Para dosen diharapkan semakin produktif menghasilkan penelitian dan inovasi yang bermanfaat. Tenaga kependidikan diminta terus meningkatkan mutu pelayanan, sedangkan mahasiswa didorong untuk berani bermimpi, mengembangkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
Nurdin juga menempatkan alumni sebagai salah satu kekuatan strategis dalam pengembangan UNM. Alumni yang tersebar di berbagai daerah, profesi, dan sektor dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas jejaring dan mendukung kemajuan almamater.
Kontribusi alumni dapat diwujudkan melalui penyediaan beasiswa, pendampingan mahasiswa, pengembangan kewirausahaan, dukungan terhadap penelitian, penguatan jejaring kerja, serta pembukaan akses karier bagi lulusan UNM.
“Kita harus membangun kolaborasi yang lebih konkret. Alumni tidak boleh jauh dari almamater karena kemajuan UNM juga menjadi kebanggaan seluruh alumninya,” katanya.
Ia optimistis UNM dapat semakin diperhitungkan di tingkat nasional dan berdiri sejajar dengan perguruan tinggi terbaik dunia apabila seluruh unsur kampus bersatu, bekerja secara profesional, dan memiliki tujuan yang sama.
“Mari menjadikan usia ke-65 sebagai titik tolak menuju UNM yang lebih tangguh, inovatif, unggul, dan semakin nyata dampaknya bagi Sulawesi Selatan, Indonesia, dan dunia,” tutup Nurdin Halid.
Sudut pandangnya dapat dibuat lebih tajam lagi pada peran alumni, transformasi digital dan kecerdasan buatan, atau target UNM menuju universitas berkelas internasional.
Laporan: OborMakassar

