SIDRAP oborbangsa.com, – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sukses menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan Paket C bagi warga binaan. Keberhasilan program ini ditandai dengan penyerahan ijazah resmi kepada puluhan warga binaan yang telah dinyatakan lulus menempuh ujian akhir.
Langkah maju di bidang pendidikan ini berhasil diwujudkan berkat kerja sama yang solid antara pihak Rutan Kelas IIB Sidrap dengan Yayasan Al Irsyad. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen kedua belah pihak dalam memberikan hak pendidikan yang layak bagi setiap warga negara, tanpa terkecuali.
Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti aula Rutan Sidrap saat prosesi penyerahan ijazah berlangsung. Enam warga binaan tampak mengenakan pakaian rapi, mengantre satu per satu untuk menerima dokumen yang menjadi bukti legalitas kelulusan setara Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut.

Kegiatan penyerahan Ijazah dan Piagam Penghargaan di di laksanakan di aula Rutan Kelaa II B Sidrap, Rabu, 8 Juli 2026.
Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Sidrap menyatakan bahwa program ini bukan sekadar formalitas pengisian waktu luang di dalam jeruji besi. Menurutnya, pemenuhan hak pendidikan formal bagi warga binaan merupakan salah satu pilar penting dalam proses pembinaan kepribadian.
”Tujuan utama dari digelarnya program Paket C ini adalah untuk memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan agar mereka dapat memperbaiki masa depan,” ungkap Karutan Sidrap di sela-sela acara penyerahan ijazah.
Lebih lanjut, Karutan menjelaskan bahwa ketiadaan ijazah sering kali menjadi batu sandungan yang besar bagi mantan narapidana saat mencoba kembali ke masyarakat. Dengan memegang ijazah Paket C, mereka kini memiliki modal administrasi yang kuat untuk bersaing di dunia kerja.
Pihak Rutan Sidrap juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Yayasan Al Irsyad. Lembaga tersebut dinilai telah memberikan kontribusi luar biasa, mulai dari penyediaan tenaga pengajar, penyusunan kurikulum, hingga pelaksanaan ujian kelulusan.
Usa penyerahan ijazah bagi warga binaan Rutan kelas II B Sidrap yang telah menyelesaikan pendidikan kesetaraan Paket C , kegiatan inj juga dirangkaikan dengan penyerahan Piagam Penghargaan kepada lembaga Mitra Rutan yakni :
1. Dinas Lendidikan dan Kebudayaan Sidrap, (Kasi Ketenagaan M. Tahir)
2. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Kabid Perpistakaan Andi Sammang).
3. PKBM Al Irsyad Kanie. (Abdul Gafur)
Perwakilan dari Yayasan Al Irsyad turut menyatakan rasa bangganya atas kegigihan para warga binaan yang tetap semangat belajar di tengah keterbatasan ruang gerak. Pihak yayasan berharap ilmu yang telah diajarkan dapat menjadi bekal moral dan intelektual yang bermanfaat.
Mengenai harapan ke depan, Karutan Sidrap menekankan pentingnya kepercayaan diri bagi para lulusan baru ini. Ia berharap puluhan warga binaan yang menerima ijazah tidak lagi merasa berkecil hati atau minder ketika masa pidana mereka telah berakhir.
“Harapan besar kami, setelah bebas nanti, mereka tidak kembali terjerumus ke dalam lingkaran kriminalitas. Ijazah ini harus menjadi jembatan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau mendapatkan pekerjaan yang halal,” tambah Karutan dengan optimis.
Program Paket C ini juga dinilai meningkatkan nilai tawar dan martabat warga binaan di mata keluarga mereka. Banyak dari keluarga warga binaan yang hadir menyampaikan rasa syukur mendalam karena anggota keluarga mereka justru berhasil menyelesaikan pendidikan saat berada di dalam Rutan.
Komitmen Pendidikan di Balik Jeruji Oleh PKBM Al. Irsyad
Ketua PKBM Al-Irsyad, Abdul Gafur, menegaskan bahwa keterbatasan fisik di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidrap tidak boleh menjadi penghalang bagi pemenuhan hak pendidikan warga binaan. Bagi beliau, memberikan pelajaran dan mentransfer ilmu pengetahuan bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan sebuah tuntutan moral dan kewajiban konstitusional yang harus ditunaikan oleh lembaga yang dipimpinnya. PKBM Al-Irsyad hadir sebagai jembatan ilmu yang berkomitmen penuh untuk menghapus sekat keterbatasan tersebut melalui program pendidikan kesetaraan yang berkualitas.
Lanjut Abdul Gafur mengatakan tujuan utama dihadirkannya program pembelajaran ini adalah untuk membekali warga binaan dengan kompetensi akademis dan keterampilan praktis.
Abdul Gafur menjelaskan bahwa pendidikan di dalam Rutan dirancang agar para warga binaan tidak tertinggal secara intelektual selama menjalani masa pidana. Dengan memiliki ijazah setara dan pengetahuan yang mumpuni, mereka diharapkan memiliki modal yang kuat untuk kembali ke masyarakat (reintegrasi sosial) sebagai pribadi yang produktif dan mandiri.
Abdul Gafur berharap agar ilmu yang ditanamkan selama proses belajar-mengajar ini mampu mengubah pola pikir dan perilaku para warga binaan. Beliau berharap momentum belajar di PKBM Al-Irsyad menjadi titik balik bagi mereka untuk menyadari potensi diri dan menata masa depan yang lebih cerah. Pendidikan ini diharapkan tidak hanya mencerdaskan otak, tetapi juga menyentuh hati nurani, sehingga ketika bebas nanti, mereka tidak lagi kembali terjerumus pada pelanggaran hukum.
Dalam setiap kesempatan, Abdul Gafur selalu memberikan penekanan yang kuat terkait pentingnya kedisiplinan, keseriusan, dan konsistensi selama mengikuti proses pembelajaran. Beliau menggarisbawahi bahwa kesempatan belajar ini adalah fasilitas berharga yang tidak boleh disia-siakan. Oleh karena itu, seluruh warga binaan yang terdaftar dituntut untuk aktif, fokus, dan menunjukkan kesungguhan dalam menyerap setiap materi, baik teori maupun praktik yang diberikan oleh para tutor., ungkap Abdul Gafur.
Sebagai penutup, Abdul Gafur menyampaikan apresiasi dan menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara PKBM Al-Irsyad dengan pihak Rutan Kelas IIB Sidrap. Tanpa dukungan fasilitas, keamanan, dan komitmen dari karutan beserta jajarannya, pemenuhan kewajiban pendidikan ini tidak akan berjalan optimal.
Sinergi berkelanjutan ini diharapkan dapat terus melahirkan inovasi program yang mampu memberikan dampak transformatif yang nyata bagi kehidupan warga binaan ke depannya.
Acara penyerahan ijazah Paket C ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara petugas Rutan, pengurus Yayasan Al Irsyad, serta para warga binaan. Keberhasilan ini mempertegas fungsi Rutan Sidrap yang kini tidak hanya menjadi tempat penahanan, melainkan juga pusat edukasi dan reintegrasi sosial yang humanis. (RisalBakri-oborbangsa).

