MAKASSAR–-Aroma busuk korupsi senilai Rp6,3 miliar di Dinas Kesehatan Kota Parepare kembali menyeruak ke permukaan.
Gerakan Hijau Hitam Sulsel dengan lantang menyoroti lambannya pengungkapan kasus ini, meski sudah berganti tiga kali Kapolda Sulsel.
Mereka mendesak aparat untuk tidak hanya menyentuh kaki tangan, tapi juga menangkap otak utamanya—jika memang terbukti.

Desakan ini disampaikan dalam pernyataan resmi Aliansi Gerakan Hijau Hitam Sulsel, Kamis (4/7/25).
Mereka merujuk langsung pada Putusan Mahkamah Agung No. 2299 K/PID.SUS/2021 yang menyebut keterlibatan sejumlah pihak, termasuk diduga kuat mantan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, sebagai dalang utama kasus yang telah menyeret beberapa pejabat tersebut.
Muh. Hendra, selaku Jenderal Lapangan Aliansi, menilai proses hukum terkesan mandek dan setengah hati.
“Sudah tiga kali Kapolda Sulsel berganti, tapi aktor utama masih berkeliaran. Kami minta Polda Sulsel serius! Berdasarkan keterangan mantan Kadinkes dalam putusan MA itu, ada indikasi kuat keterlibatan Taufan Pawe. Kalau benar, tangkap dan adili!” tegasnya di hadapan awak media.

Lebih lanjut, Gerakan Hijau Hitam menyebut bahwa penegakan hukum akan kehilangan marwah jika hanya berani menindak pelaku kecil, namun tak bernyali menghadapi elit yang diduga menikmati hasil kejahatan berjamaah.
“Jika benar Taufan Pawe terlibat, jangan beri panggung impunitas. Ini bukan sekadar kasus korupsi, ini uji nyali dan integritas institusi hukum di Sulsel. Jangan ada tebang pilih. Jangan biarkan rakyat kehilangan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum,” sambung Hendra.
Aliansi juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas.
Mereka menyebut akan melanjutkan tekanan moral dan aksi lapangan jika tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat.
Kasus korupsi Dinkes Parepare ini menyeret anggaran yang seharusnya digunakan untuk pelayanan kesehatan rakyat.

Kini publik menunggu; Apakah Polda Sulsel berani membuka kotak pandora korupsi ini hingga ke akar-akarnya, atau kembali menjadi tontonan drama hukum yang setengah jalan?
Laporan:Iwan
Editor: OborSulsel







