SUNGGUMINASA— Kinerja Humas Polres Gowa tengah menjadi sorotan tajam setelah beberapa rilis berita yang disebarkan melalui grup resmi Humas Polres Gowa diduga mengandung informasi yang tidak akurat, bahkan terkesan menyesatkan.
Hal ini memicu kegaduhan di kalangan wartawan, khususnya mereka yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gowa.
Wakil Ketua Bidang Wartawan Advokasi dan Hubungan Antar Lembaga PWI Gowa, Saenal Abidin, menilai bahwa ketidaktelitian dalam membuat rilis berita dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami berharap Kasi Humas Polres Gowa dan jajarannya dapat lebih teliti dan akurat dalam membuat rilis berita, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipercaya dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tegas Saenal dalam keterangannya, pada Minggu (25/05/25).
Saenal secara khusus menyoroti contoh kasus berita penipuan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Tompobulu, namun dalam rilis Humas Polres Gowa disebut bahwa pelaku telah diamankan.
Padahal, berdasarkan keterangan yang diterimanya, pelapor dan terlapor justru telah sepakat berdamai dan laporan telah dicabut.
“Faktanya pelapor dan terlapor berdamai di Polsek Somba Opu, bukan ditangkap seperti yang dirilis.”
“Bahkan pelapor disebut memberikan uang terima kasih kepada anggota polisi, tapi malah diberitakan seolah-olah pelaku ditangkap,” ungkapnya.
Kritik terhadap pola komunikasi Humas Polres Gowa juga datang dari Dewan Pembina PWI Gowa, Andi Baso Tenri Gowa.
Ia menyoroti kesan tertutup dalam akses informasi dan komunikasi yang dibangun, yang dinilainya justru menimbulkan fragmentasi di antara sesama wartawan.
“Dari hasil diskusi dan masukan para wartawan, terlihat bahwa kondisi kehumasan Polres Gowa saat ini berpotensi memunculkan faksi-faksi di kalangan wartawan.
“Jika benar, ini sangat berbahaya karena bisa menimbulkan konflik kepentingan dan merusak independensi media,” ujarnya.
Padahal, kunjungan silaturahmi Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman,ke Sekretariat PWI beberapa waktu lalu membawa harapan besar untuk memperkuat kolaborasi antarstakeholder, termasuk media.
Namun dengan kondisi komunikasi yang tertutup dan eksklusif, cita-cita mulia tersebut sulit untuk diterjemahkan dalam praktik di lapangan.
“Kami minta Bapak Kapolres Gowa segera mengevaluasi Kasi Humas dan jajarannya. Kesalahan seperti ini bukan sekali dua kali terjadi, tapi berulang-ulang. Ini merusak citra institusi dan menghambat sinergitas yang diharapkan,” lanjut Saenal.
PWI Gowa, sambungnya, akan terus memantau kinerja Humas Polres Gowa serta memberikan masukan konstruktif untuk memperbaiki kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.
Mereka berharap ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian, dan lebih penting lagi, adanya perbaikan nyata di tubuh kehumasan Polres Gowa.
“Harapan kami sederhana, agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan wartawan bisa menjalankan tugas jurnalistik secara profesional tanpa hambatan komunikasi,” tutup Saenal Abidin.
Laporan: Ran
Editor: Redaksi OborGowa

