GOWA — Kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran tiga kilogram terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang menyebabkan warga harus mengantre untuk mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari.
Pantauan di salah satu pangkalan LPG di Jalan Swadaya, Kabupaten Gowa, Minggu (6/9), sejumlah warga terlihat menunggu distribusi LPG 3 kg yang sedang dibongkar dari kendaraan pengangkut.
Pangkalan milik Ali Sijaya tersebut melayani warga yang membutuhkan LPG bersubsidi, terutama masyarakat yang kesulitan memperoleh gas di tingkat pengecer.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kg dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus mendatangi pangkalan sejak gas tiba agar tidak kehabisan.
Kelangkaan LPG 3 kg diduga tidak hanya dipengaruhi distribusi, tetapi juga meningkatnya permintaan akibat kemarau panjang. Sejumlah kalangan menyebut petani kini turut menggunakan LPG 3 kg sebagai bahan bakar pompa untuk mengairi lahan pertanian.
Kebutuhan tersebut disebut cukup tinggi. Dalam satu malam, petani dapat menghabiskan sekitar dua hingga tiga tabung LPG 3 kg untuk mengoperasikan pompa dalam memenuhi kebutuhan pengairan sawah.
Kondisi itu membuat persediaan LPG bersubsidi di tingkat pangkalan maupun pengecer lebih cepat habis, sementara masyarakat tetap membutuhkan gas untuk memasak dan keperluan rumah tangga lainnya.
Warga berharap pemerintah dapat memastikan pasokan LPG 3 kg ke seluruh pangkalan di Kabupaten Gowa, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan gas bersubsidi.
“Kami berharap pemerintah memperhatikan kondisi ini dan memastikan suplai LPG 3 kg ke seluruh pangkalan, terutama di wilayah Kabupaten Gowa,” kata Dian , salah seorang warga.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa yang dikonfirmasi terkait kelangkaan LPG 3 kg tersebut belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Laporan : Indra

