SUNGGUMINASA, OBORBANGSA – Janji manis kampanye pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gowa terpilih, Hati Damai, mulai jadi bahan sindiran di banyak grup WhatsApp warga.
Mulai dari seragam sekolah gratis yang belum juga tiba di tangan siswa, hingga janji-janji kesejahteraan imam masjid, guru mengaji, serta insentif bagi RT/RW yang tak kunjung terealisasi.
Sementara warga mulai resah menagih janji, Pemkab Gowa justru tampak sibuk menyerukan pemasangan bendera dan meriahkan “Pesta Rakyat” dalam rangka memperingati HUT RI ke-80. Ironi ini menjadi sorotan tajam dari publik, yang mempertanyakan prioritas pemerintahan saat ini.

“Seragam gratis belum kelihatan batang hidungnya, tunjangan imam dan guru mengaji juga belum ada kabarnya. Tapi seruan pasang bendera dan lomba sana-sini jalan terus. Ini kan seperti mengalihkan perhatian warga,” ujar Andi B, seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Somba Opu. Pada Senin pagi (4/08/2025)
Berdasarkan bocoran informasi yang diterima redaksi OborBangsa, program-program unggulan yang sempat digadang saat kampanye diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp25 miliar. Angka itu belum termasuk biaya insentif rutin untuk imam, guru mengaji, dan perangkat RT/RW.
Pegiat demokrasi, Hidayat, mengkritik keras cara politisi mengumbar janji tanpa perhitungan anggaran yang matang.
“Itumi bahayanya kampanye program tanpa menghitung kebutuhan dan cantolan anggaran. Ujung-ujungnya rakyat yang kecewa, dan programnya jadi ilusi politik,” katanya.
Dari sisi legislatif, anggota DPRD Gowa pun mulai melontarkan pertanyaan serius. Salah satunya terkait skenario penganggaran tunjangan untuk imam dan guru mengaji. Hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari dinas terkait.
“DPRD juga bingung, dinas belum bisa menjelaskan detail alokasi dan sumber dananya. Ini bukan hanya soal realisasi, tapi soal komitmen dan transparansi,” ucap salah satu anggota dewan yang enggan disebut namanya.
Sementara itu, Pemda Gowa belum memberikan keterangan resmi terkait progres janji-janji kampanye tersebut. Warga pun mulai bertanya-tanya; apakah janji “Hati Damai” hanya akan berakhir sebagai slogan kampanye belaka?
Laporan: NB OborBangsa

