Gowa — Kondisi sosial politik dan pemerintahan di Kabupaten Gowa menjadi perhatian Ketua Umum Lembaga Pemantau Aspirasi Rakyat Indonesia (LPARI), Daeng Rapi.
Menurut Daeng Rapi, situasi yang terjadi di Gowa saat ini perlu dilihat secara lebih jernih dan menyeluruh. Ia menilai masyarakat tidak seharusnya hanya melihat persoalan pada permukaan, tetapi perlu memahami serta menganalisis dugaan penyebab utama yang melatarbelakangi munculnya berbagai persoalan di daerah tersebut.
“Dengan situasi dan kondisi pemerintahan Gowa serta kondisi sosial politik masyarakat saat ini, menurut pandangan, analisa dan dugaan kami, ada penyebab utama yang perlu dikaji secara serius,” ujar Daeng Rapi.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Bupati Gowa yang menurutnya berada dalam posisi sulit dan seolah harus menghadapi berbagai persoalan, baik di lingkungan pemerintahan maupun di luar pemerintahan.
Daeng Rapi menilai masyarakat perlu melihat persoalan tersebut secara objektif dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Menurutnya, masyarakat Gowa harus cerdas dalam memahami persoalan yang terjadi serta mencermati hubungan dan dinamika antara lembaga eksekutif, yudikatif, hingga masyarakat.
“Kita harus melihat persoalan ini dengan bijak. Masyarakat jangan hanya melihat akibatnya, tetapi juga perlu menganalisa apa yang menjadi penyebab utama sehingga kondisi Gowa seperti saat ini,” katanya.
Lebih lanjut, Ketum LPARI mengajak masyarakat Gowa untuk menempuh jalur hukum apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum tertentu.
Menurut dia, setiap dugaan pelanggaran harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku dan tidak boleh diselesaikan hanya berdasarkan opini maupun tudingan tanpa dasar.
Selain jalur hukum, Daeng Rapi juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan adab masyarakat Gowa. Ia menyebut masyarakat memiliki mekanisme sosial dan budaya yang dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kehormatan daerah, sepanjang dilakukan secara bijaksana dan tidak melanggar hukum.
Ia berharap persoalan yang berkembang tidak semakin memperkeruh suasana pemerintahan maupun kehidupan sosial masyarakat Gowa.
Daeng Rapi juga menilai situasi yang tidak kondusif berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor, termasuk kepercayaan masyarakat dan iklim investasi di Kabupaten Gowa.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, mengedepankan kepentingan daerah, serta menyelesaikan setiap persoalan berdasarkan hukum, fakta, dan nilai-nilai budaya.
“Jangan sampai masyarakat Gowa terpecah karena persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan dengan kepala dingin. Mari kita bersama-sama menjaga Gowa agar tetap aman, kondusif dan bermartabat,” tutup Daeng Rapi. (Indra-oborbangsa)

