GOWA — Beban rakyat terus menumpuk, persoalan Desil, kelangkaan Gas Elpiji, Solar, harga bahan pokok terus melonjak serta tertundanya gaji puluhan ribu ASN di Gowa menjadi potret nyata hari ini.
Demikian ungkapan awal Robby Harun Mantan Legislator Gowa yang kini kembali aktif bergerak di dunia aktivis.
” Saya mendesak agar Bupati Gowa tetap fokus bekerja untuk rakyat dan berharap DPRD Gowa menghentikan kegaduhan politik sehingga nyaris mengabaikan tugas dan fungsinya memperhatikan nasib rakyat Gowa,” ujarnya Senin (7/9).

Hal senada diungkapkan Marlin Parabba, menurutnya baik Eksekutif dan Legislatif telah disumpah untuk mengutarakan persoalan rakyat di atas segalanya.
” Proses politik berupa pengusulan hak angket sudah ada disodorkan ke Mahkamah Agung, mari kedepankan akal sehat dan jiwa besar agar keduanya kembali hadir untuk rakyat Gowa, DPRD seharusnya dan secepatnya memanggil Dinas terkait termasuk pertamina dan perusahaan yang mengelola persoalan Gas Elpiji, itu lebih utama, desakan yang sama kami juga harapkan ke Pemkab Gowa untuk tetap fokus bekerja,” tutur Aktivis HMI tersebut.
Kedua aktivis senior ini mengaku bangga atas langkah Forum Dosen Sulsel yang mencoba melakukan mediasi keduanya agar kembali fokus bekerja.
” Kami ajak seluruh lapisan masyarakat Gowa untuk kembali bersatu dan tidak mudah diprovokasi, bersama mengajak Eksekutif dan Legislatif untuk fokus pada fungsi dan kewenangannya dan berhenti untuk terus membuat polarisasi di tengah masyarakat, janganlah kayak taman kanak kanak seperti yang diungkapkan Gus Dur saat itu,” tegas keduanya.
Sebagaimana diketahui, hubungan Pemkab Gowa dan DPRD Gowa dalam kurun waktu beberapa bulan terlihat memburuk, pihak DPRD diketahui telah memutuskan langkah Impeachment terhadap Bupati Gowa dan keputusan ini sudah didaftarkan di Mahkamah Agung.
Persoalan ini pun membuat gaduh Kabupaten Gowa sehingga terjadi polarisasi di tengah masyarakat, bahkan sejumlah ASN pun terbawa arus dinamika politik lokal Gowa.
Marlin Parabba

