“Kami akan menata kembali penempatan tenaga Laskar Pelangi agar sesuai kebutuhan OPD,” ujar Irwan, (21/02/24)
Pemkot memastikan tidak ada penambahan tenaga baru dan menunggu hasil seleksi PPPK untuk menentukan kebutuhan pegawai ke depan.
“Pemerintah Kota tetap bertanggung jawab terhadap semua pegawainya. Laskar Pelangi ini adalah bagian dari staf kami, dan sudah tidak ada lagi rekrutmen baru,” jelasnya.

Irwan menegaskan bahwa tenaga Laskar Pelangi akan ditata ulang sesuai kebutuhan OPD agar lebih efektif dan efisien.
“Ada beberapa OPD yang jumlah pegawainya terlalu banyak, sementara di tempat lain masih kekurangan. Kita akan menyesuaikan penempatan mereka agar lebih seimbang,” tambahnya.
Terkait kemungkinan pengurangan, keputusan akan diambil secara bijak oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
“Kami akan mempertimbangkan dengan cermat setiap keputusan terkait pengurangan pegawai. Mereka masih bekerja dan gaji mereka dibiayai dari APBD, sehingga kebijakan ini harus disusun dengan hati-hati,” katanya.
Evaluasi berbasis kinerja akan dilakukan, di mana pegawai berkinerja baik tetap dipertahankan, sementara yang kurang maksimal dapat dialihkan atau tidak diperpanjang kontraknya.
“Jika laporan kinerja mereka baik, tentu tidak akan ada pemutusan kontrak. Namun, jika tidak memenuhi standar, kontraknya bisa saja tidak diperpanjang karena status mereka sebagai tenaga kontrak,” pungkasnya.
(Oleh Redaksi OborMksr)

