SUNGGUMINASA— Dunia maya kembali riuh pasca mundurnya H. Ardiansyah Arsyad dari jabatannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perseroda Gowa Maju Bersama.
Setelah pengumuman pengunduran diri itu, tagar #HabisManisSepahDibuang mendadak ramai berseliweran di berbagai grup WhatsApp dan media sosial lokal Gowa.
Ungkapan bernada sindiran itu mencuat hanya sehari setelah beredarnya video berdurasi 3 menit 10 detik, yang menampilkan kilas balik kiprah dan capaian Ardiansyah selama empat bulan memimpin Perseroda.

Video tersebut memperlihatkan sederet gebrakan mulai dari renovasi kantor tanpa dana APBD, hingga pembukaan unit bisnis baru seperti percetakan, gudang beras, dan rumah makan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Gowa.
Namun, di tengah apresiasi terhadap kiprah singkatnya, muncul juga gelombang komentar bernada sinis dan spekulatif.
Sejumlah warganet menilai langkah pengunduran diri Ardiansyah terlalu tiba-tiba dan menyimpan pesan politik tertentu.
“Kalau orang yang kerja keras mundur di tengah jalan, berarti ada rasa tidak dihargai,” tulis salah satu akun dalam grup diskusi masyarakat Gowa.
Sementara itu, tak sedikit pula yang menilai tagar tersebut sebagai sindiran halus terhadap Bupati Gowa, Husniah Talenrang, yang sebelumnya menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat meresmikan kantor baru Perseroda beberapa bulan lalu.
“Jangan sampai orang baik yang sudah mulai membenahi justru tersisih karena politik dalam,” tulis komentar lain yang mendapat banyak reaksi.
Meski begitu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Gowa maupun dari Bupati Husniah Talenrang sendiri terkait viralnya tagar dan spekulasi tersebut.
Dari sisi internal Perseroda, beberapa staf yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa pengunduran diri Ardiansyah memang mendadak, meski sebelumnya sudah memberi isyarat akan pamit setelah masa tugas Plt-nya berakhir.
“Beliau pamit baik-baik, tapi memang waktunya sangat cepat. Sehari sebelumnya masih sempat koordinasi soal bisnis percetakan,” ujar salah satu sumber internal Perseroda.
Sementara itu, publik masih terus berspekulasi. Apakah tagar #HabisManisSepahDibuang sekadar ekspresi simpatik dari para pendukung Ardiansyah, atau justru sindiran tajam terhadap kebijakan dan komunikasi politik di lingkar pemerintahan Gowa?
Yang pasti, kemunculan tagar ini menambah babak baru dari dinamika Perseroda Gowa Maju Bersama—sebuah perusahaan daerah yang kini kembali jadi sorotan publik setelah kehilangan nakhodanya yang dikenal berani dan berkomitmen pada kemandirian usaha tanpa APBD.
Laporan : Pen

