Agustus ke-81 Tahun 2026 ini, membuat kita kembali sibuk mengingat kemerdekaan.
Bendera berkibar, upacara digelar, lomba digelar. Kita merdeka.
Tetapi jangan-jangan kita mulai lupa bagaimana cara berjuang.

Di Kabupaten Gowa, tensi politik terasa begitu kuat. Seremoni kemerdekaan tetap berjalan, tetapi di baliknya masyarakat masih berhadapan dengan persoalan pembangunan yang membutuhkan energi bersama.
Politik terlalu sering membuat kita terkotak: ada kubu, ada kelompok, ada kepentingan.
Sejarah mengajarkan satu hal. Penjajah tidak selalu menang dengan senjata. Kadang mereka cukup membuat para pemimpin saling curiga, masyarakat saling tidak percaya, lalu negeri itu sibuk bertengkar dengan dirinya sendiri. Itulah logika divide et impera: pecah belah, lalu kuasai.
Hari ini kita memang tidak sedang dijajah.
Tetapi jangan sampai kita menjajah diri sendiri dengan kebencian politik.
Boleh berbeda pilihan. Boleh berbeda pendapat. Tetapi pembangunan tidak boleh ikut berbeda.
Sebab kemerdekaan bukan sekadar bebas memilih pemimpin.
Kemerdekaan adalah ketika kita mampu bekerja bersama membangun daerah.
Jangan sampai kita terlalu sibuk memperingati perjuangan para pahlawan, sementara lupa meneruskan perjuangannya.
Semuanya terkotak, lalu terkoyak. Dan akhirnya, kita lupa bagaimana caranya bertubuh sebagai satu negeri.
Sungguminasa, 17 Agustus 2026

