GOWA – Pelayanan solar subsidi di SPBU 7492118 wilayah Pattallassang kabupaten gowa selasa malam 3 November 2026, menuai keluhan sejumlah sopir truk. Panjangnya antrean kendaraan memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan pemerataan penyaluran BBM bersubsidi.
Para sopir mengaku harus menghabiskan waktu cukup lama untuk mendapatkan solar. Di tengah antrean tersebut, muncul dugaan pengisian menggunakan jerigen justru mendapat prioritas pelayanan.
Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama bagi sopir truk yang bergantung pada solar subsidi untuk menunjang aktivitas transportasi dan distribusi barang.
Persoalan tersebut juga memunculkan dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi. Namun, dugaan keterlibatan jaringan mafia BBM maupun praktik penyaluran yang tidak sesuai ketentuan masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan pihak berwenang.
Masyarakat pun mendesak PT Pertamina Patra Niaga melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap operasional SPBU tersebut, termasuk menelusuri mekanisme pengisian menggunakan jerigen serta kesesuaiannya dengan ketentuan distribusi solar subsidi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU maupun Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
Publik kini menanti transparansi pengelolaan solar subsidi. Sebab, BBM bersubsidi merupakan fasilitas negara yang penyalurannya harus tepat sasaran, bukan justru menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat yang berhak menerimanya. (Ichad-oborbangsa)

