Para pelaku penyalahgunaan solar bersubsidi, semakin gila menjalankan aksinya, mereka mengganti armada angkutan BBM solar industri, pasca pemberitaan media online menyorot penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi yang hanya diperuntukan bagi kendaraan angkutan umum bagi masyarakat di Indonesia.

Kali ini para Mafia solar industri menggunakan armada pengangkut BBM industri dari luar provinsi Sulawesi selatan, hasil penelusuran oborbangsa.id mendapati sebuah armada (mobil) truck PT Ronald Jaya Energi nomor polisi DT 8264 EE yang dikemudi oleh Haidir mengangkut solar bersubsidi yang melintas di jalan Lapawawoi kecamatan Tanete riattang kabupaten Bone dari arah kabupaten bulukumba melewati kab Sinjai menuju morowali provinsi sulawesi Tengah tgl 21 Juni 2024 tepat jam 03.11 dini hari.
Mobil BBM industri PT Ronald Jaya Energi, perusahaan angkuta BBM industri yang beralamat di perumahan puri pattene permai makassar Sulawesi selatan, di duga kuat mengangkut BBM bersubsidi jenis solar yang diambil dari kabupaten bulukumba milik Darwis.
“Para pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar yang di mentori oleh oknum aparat yang bertugas di polda sulsel” ucap sumber yang minta identitasnya dilindungi, lanjut dikatakan sumber “mereka sangat berani melakukan penyelundupan solar bersubsidi karena sudah di koordinasikan lintasan perjalanan angkutannya, jadi tidak ada aparat yang menahannya, apalagi pengantaran dilakukan di malam hari hingga subuh”.
Lebih jauh di ungkap sumber, ” semua oknum aparat sudah ada jatahnya perbulan yang dikumpul oleh oknum polwan yang bertugas di polda sulsel, jadi hampir semua oknum aparat tutup mataji pak, sepertinya polda sulsel tidak mampu natangkap mereka itu”.
“Para pelaku Mafia solar bersubsidi sangat berani melakukan penyelundupan BBM, karena keuntungan yang didapat sangat besar”, kata Ketua Umum DPP Lembaga Pengembalian Aset Rakyat Indonesia (L-PARI) Aslan Dg Rapi.

“Yang perlu di tindaki sekarang, memperketat pembelian di stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU), dengan melibatkan unsur LSM, unsur tokoh masyarakat dan masyarat umum ikut memantau penjualan yang dilakukan di SPBU secara menyeluruh, apakah penjualan melalui jerigen atau mobil yang dicurigai”, usul Aslan.
“Aparat perlu ekstra ketat memantau setiap SPBU yang ada dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, agar BBM bersubsidi jenis solar tidak disalah gunakan oleh mafia BBM, saya berharap kepada Pak Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo, agar mendesak kapolda sulsel untuk melakukan pemantauan khususnya BBM industri jenis solar, dan menindak para oknum aparat yang terlibat dalam penyelundupan BBM bersubsidi jenis solar ke morowali sulawesi Tengah”, kunci Aslan.
“Sangat disayangkan jika para aparat kepolisian disulawesi selatan hanya menjadi penonton, sementara bbm berbsidi jenis solar yang ada di Sulawesi Selatan di jarah oleh para mafia solar bersubsidi, tolong pak kapolda tangkapi mereka”, ucap salah seorang warga penjual bbm eceran dg gassing. (Tim-oborbangsa)


