MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi) dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menyoroti tantangan krusial yang masih membayangi kota ini, mulai dari banjir, kemacetan, hingga ketimpangan sosial yang belum teratasi secara merata.
Dalam pernyataannya, Appi menegaskan bahwa penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak boleh dipandang remeh.
“RPJMD bukan sekadar dokumen administratif. Ini adalah arah masa depan kota yang harus kita susun bersama, kawal bersama, dan pastikan manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat,” tegas Appi, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, di Lapangan Karebosi, Senin (5/5/2025).
Appi menautkan visi pembangunan Makassar dengan agenda nasional, termasuk target ambisius Indonesia Emas 2045.
Ia menyebut Makassar punya posisi strategis sebagai gerbang Kawasan Timur Indonesia dan kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Makassar harus tampil sebagai penggerak ekonomi nasional, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan membangun infrastruktur sosial serta lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.
Tak hanya itu, Appi juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong agar pemerintah daerah, legislatif, akademisi, dan masyarakat sipil duduk bersama menyukseskan implementasi RPJMD secara konsisten dan terintegrasi.
“Saya tidak ingin ada ego sektoral. Semua perangkat daerah harus menjadikan RPJMD sebagai pedoman utama dalam menyusun strategi dan program kerja,” pungkasnya.
Dalam forum yang turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, dan Forkopimda Kota Makassar, ia mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang penghematan dalam pelaksanaan APBN dan APBD.
Laporan: Iwan
Editor: Ahmad


