TAKALAR – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar saat digelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Wakil Bupati Takalar, Dr. Hengky Yasin, bertindak selaku Inspektur Upacara yang turut dihadiri Sekda Takalar, staf ahli bupati, asisten, pimpinan OPD, para kepala bagian, serta seluruh ASN lingkup Pemkab Takalar.
Dalam sambutannya, Wabup membacakan amanat Gubernur Sulawesi Selatan yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur bangsa.
“Delapan puluh tahun menandai perjalanan kita sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, dengan warisan sikap sipakalabbi (saling memuliakan), sipakainga‘ (saling mengingatkan), dan sipakatau (saling menghormati),” ucapnya.
Mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Wabup menegaskan bahwa semangat peringatan ini harus selaras dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045 dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Di Sulawesi Selatan, lanjutnya, semangat tersebut diwujudkan melalui visi “Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter” dengan empat misi pokok: pembangunan SDM berkualitas, peningkatan ekonomi merata, percepatan transformasi digital dan birokrasi, serta pembangunan berkeadilan dan tangguh menghadapi perubahan iklim.
Wabup juga memaparkan capaian pembangunan Sulsel, mulai dari pertumbuhan ekonomi positif 5,78% (year on year), penurunan jumlah penduduk miskin menjadi 698,13 ribu jiwa (Maret 2025), hingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai 75,18.

Selain itu, Sulsel kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan daerah.
“Segala capaian ini tentu lahir dari sinergi dan kolaborasi semua pihak. Mari di momentum HUT ke-80 RI ini kita satukan langkah, kokohkan tekad, dan tegakkan nilai-nilai luhur bangsa,” tegasnya.
Sebagai rangkaian upacara, sebanyak 80 ASN Takalar turut membacakan Deklarasi Aparatur Sipil Negara Berintegritas Serentak sebagai komitmen menjaga profesionalisme dan integritas birokrasi.
Laporan: ST-OborTakalar


