JAKARTA, — Ahmad Sahroni, mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Bendahara Umum Partai NasDem, membuat pengakuan mengejutkan melalui akun media sosial X (dulu Twitter).
Dalam unggahannya, Sahroni menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada rakyat Indonesia.
Ia menegaskan tak bisa kembali ke Tanah Air dalam waktu dekat, dengan alasan keselamatan dirinya dan keluarga.
“Untuk seluruh rakyat Indonesia, saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan yang telah saya lontarkan.”
“Saya dengan penuh kerendahan hati tidak akan mengulangi dan akan memperbaiki,” tulis Sahroni melalui akun @SahroniNasdem.
Namun, pernyataan paling krusial adalah penolakannya memenuhi desakan publik agar segera pulang ke Indonesia.
“Untuk permintaan agar saya kembali ke Tanah Air, mohon maaf belum bisa saya penuhi. Karena saya harus menjaga keamanan diri dan keluarga saya,” lanjutnya.
Cuitan ini sekaligus menjawab spekulasi terkait keberadaan Sahroni pascainsiden penjarahan di rumah mewahnya.
Menurut sejumlah laporan, aset berharga miliknya raib dijarah massa.
Langkah Sahroni untuk bertahan di luar negeri memperkuat dugaan bahwa insiden penjarahan itu bukan sekadar tindak kriminal biasa.
Ada indikasi ancaman serius yang menargetkan dirinya dan keluarga, hingga membuatnya memilih tidak kembali sebelum situasi dianggap aman.
Laporan Chris -OborJkt


