SUNGGUMINASA– Keputusan mengejutkan datang dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan.
Andi Hakim, sosok advokat sekaligus mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menyatakan mundur dari kepengurusan partai sejak 28 Februari 2025.
Nama Andi Hakim bukanlah figur asing di kancah politik dan hukum Sulsel.
Ia dikenal sebagai advokat berintegritas yang kerap menangani berbagai perkara penting.
Kiprahnya semakin diperhitungkan ketika didapuk sebagai Ketua Tim Hukum pasangan AURAMA’ (Amir Uskara – Hj. Irmawati Haeruddin) dalam Pilkada Gowa 2024.
Dengan karakter tegas dan analisis hukum yang tajam, kehadiran Andi Hakim di ranah politik dinilai sebagai sosok yang dibutuhkan masyarakat.
Namun, kabar pengunduran dirinya dari PPP mengundang tanda tanya besar.
Surat pernyataan mundurnya yang beredar luas di berbagai grup WhatsApp di Kabupaten Gowa memicu beragam spekulasi.
Sejumlah pihak mempertanyakan motif di balik keputusannya, termasuk kemungkinan dirinya berpindah ke partai lain.
“Apa yang terjadi dengan Pak Andi Hakim?” tanya Rasyid Sibali, seorang aktivis yang mengenal dekat perjalanan politiknya.
“Apakah Pak Andi Hakim mau pindah partai?” tambah seorang warganet dengan akun bernama Joel.
Saat dikonfirmasi, Andi Hakim membenarkan keputusannya mundur. Namun, ia menegaskan bahwa langkah ini tidak didasarkan pada konflik internal ataupun permasalahan di tubuh PPP.
“Benar, saya mundur, tidak ada masalah apa-apa. Saya hanya ingin fokus pada profesi saya sebagai advokat,” ujar Andi Hakim, Sabtu (1/3/2025).
Ketika ditanya soal kemungkinan dirinya bergabung dengan partai lain, Andi Hakim tak menutup kemungkinan tersebut.
Ia mengakui bahwa ada beberapa tawaran yang masuk dari partai lain, tetapi belum ada keputusan yang diambil.
“Iya, ada beberapa tawaran. Tapi saya belum putuskan untuk menerima,”
“Saat ini saya hanya ingin fokus menyelesaikan berbagai perkara yang sempat saya tinggalkan selama Pilkada kemarin,” tambahnya.
Spekulasi soal alasan pengunduran dirinya memang masih berkembang.
Dalam politik, langkah seorang tokoh kerap memunculkan berbagai praduga.
Namun, satu hal yang pasti, keputusan ini menandai babak baru dalam perjalanan Andi Hakim—apakah ia akan kembali ke dunia politik dengan kendaraan baru atau memilih untuk sepenuhnya kembali ke jalur advokasi yang telah lama ia tekuni.
Laporan Redaksi OborGowa


