PANIAI, Papua Tengah – “Politik sudah selesai. Jika kemarin ada perbedaan pilihan atau tutur kata yang kurang berkenan, di musim politik ini kita harus saling memaafkan, membuka diri, dan menjaga kekompakan demi masa depan Paniai yang lebih baik,” ujar Nawipa dalam acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Paniai, Madi-Enarotali, Senin (5/3/2025) lalu.
Nawipa, Bupati Paniai terpilih, menyampaikan rasa syukur atas proses pelantikan yang telah selesai.
Ia menegaskan bahwa amanah yang diberikan merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi dirinya dan Wakil Bupati Paniai terpilih.

“Puji Tuhan, proses pelantikan telah selesai. Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami,”
“Kami bertekad membawa Kabupaten Paniai menuju kemajuan yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.
Selain itu, Nawipa menekankan pentingnya sektor kesehatan dan pendidikan sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang maksimal dari pemerintah, terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
Tanggapan positif datang dari masyarakat Paniai yang menghadiri acara tersebut.
Salah satu warga, Yohanis Dogomo, menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan yang baru.
“Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati benar-benar menjalankan janji-janjinya, terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
Masyarakat Paniai butuh pemimpin yang peduli dan dekat dengan rakyat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Maria Kadepa, seorang tenaga kesehatan di Paniai, menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas kesehatan di daerah tersebut.
“Kami berharap ada perbaikan dalam layanan kesehatan, baik dari segi tenaga medis maupun fasilitas yang tersedia”
“Masih banyak desa yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan yang layak,” tuturnya.
Sebagai penutup, Nawipa menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik harus mencerminkan aspirasi masyarakat.
“Pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Kualitas kepemimpinan sangat dipengaruhi oleh perilaku rakyatnya.
“Oleh karena itu, mari bersama-sama membangun Paniai yang lebih maju,” pungkasnya,”
(Laporan :Jery P. OborPanai)

