MAKASSAR — Kepulan asap tebal dan kobaran api mengagetkan warga di kawasan Asrama Mattoanging, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (1/9/2026) siang. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.39 WITA di kawasan yang berada di sekitar Jalan Cendrawasih dan Jalan Padjonga Daeng Ngalle.
Informasi mengenai kebakaran tersebut pertama kali ramai beredar melalui video amatir yang dibagikan di sejumlah grup WhatsApp. Rekaman itu memperlihatkan asap membubung dari kawasan permukiman, disertai kobaran api yang terlihat dari salah satu sudut kawasan asrama.
Kemunculan api di kawasan permukiman padat menjadi perhatian karena bangunan yang berada di sekitar lokasi kebakaran saling berdekatan. Kondisi seperti ini dapat membuat api lebih mudah merambat apabila tidak segera dikendalikan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang memastikan titik awal kebakaran, penyebab munculnya api, maupun luas area yang terdampak.
Petugas pemadam kebakaran diketahui telah menangani kejadian tersebut. Proses penanganan dilakukan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Situasi di lapangan juga menjadi perhatian karena akses menuju kawasan permukiman perlu tetap terbuka agar kendaraan pemadam kebakaran dapat bergerak menuju titik kebakaran.
Warga di sekitar lokasi diimbau tidak mendekati area kebakaran dan memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan proses pemadaman.
Sampai saat ini, belum terdapat informasi resmi mengenai penyebab kebakaran. Demikian pula dengan jumlah bangunan yang terbakar atau mengalami kerusakan masih dalam proses pendataan.
Informasi mengenai korban jiwa maupun korban luka juga belum dapat dipastikan. Karena itu, informasi yang beredar di masyarakat perlu menunggu konfirmasi dari pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.
Kebakaran di kawasan permukiman tidak hanya menyangkut kerusakan bangunan. Penanganannya juga berkaitan dengan keselamatan warga, akses kendaraan darurat, serta kemungkinan dampak terhadap bangunan di sekitar titik api.
Karena itu, perkembangan kondisi di lapangan menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana kebakaran dapat dikendalikan dan apakah terdapat warga yang harus dievakuasi.
Hingga sore hari, informasi mengenai kronologi lengkap kejadian, sumber api, jumlah bangunan terdampak, nilai kerugian, serta kemungkinan adanya korban masih menunggu keterangan resmi dari instansi terkait.
OborBangsa terus memantau perkembangan peristiwa ini dan akan memperbarui informasi berdasarkan keterangan resmi dari petugas pemadam kebakaran, pemerintah setempat, kepolisian, maupun pihak berwenang lainnya.
OborBangsa mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait penyebab kebakaran dan kondisi korban. (Indra-oborbangsa)

