Hasil survei yang dirilis oleh Trend Publik (23/11/2024), lembaga riset independen yang berbasis di Jakarta, menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat Kabupaten Gowa terhadap Bupati Adnan Purichta Ichsan menurun tajam.

Survei yang dilakukan pada November 2024 ini mencatat penurunan tingkat kepercayaan publik dari 65% menjadi 35% dalam 3 Bulan terakhir.
Penurunan ini dinilai berkaitan erat dengan sejumlah faktor, termasuk dinamika politik menjelang Pilkada Gowa yang melibatkan campur tangan langsung Bupati Adnan.
Salah satu sorotan utama dari survei ini adalah sikap Bupati Adnan yang secara terang-terangan menunjukkan dukungannya terhadap salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pilkada Gowa.
Tindakan ini dinilai oleh banyak pihak sebagai pelanggaran prinsip netralitas yang wajib dijunjung oleh seorang kepala daerah.
Dukungan tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat karena dianggap sebagai bentuk politisasi jabatan, terutama setelah muncul laporan bahwa sejumlah perangkat daerah terlibat aktif dalam mendukung paslon yang sama.
“Netralitas kepala daerah dalam Pilkada merupakan fondasi utama demokrasi lokal. Ketika seorang bupati justru menjadi bagian dari mesin politik untuk memenangkan paslon tertentu, masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap integritas pemimpinnya,” ujar Dr. Anwar Syah, pakar politik dan kebijakan publik dari Tren Publik
Dr. Anwar juga menyoroti bahwa keterlibatan langsung kepala daerah dalam proses politik ini menimbulkan kecurigaan masyarakat tentang adanya penggunaan sumber daya pemerintah untuk kepentingan kampanye.

Hal ini diperkuat dengan meningkatnya laporan pelanggaran Pilkada yang melibatkan perangkat daerah.
Selain isu netralitas dalam Pilkada, survei Trend Publik juga mencatat bahwa masyarakat merasa kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Adnan tidak seimbang dengan penghargaan yang diraih pemerintah daerah.
Kesenjangan sosial dan tingkat kesejahteraan yang stagnan menjadi isu utama.
“Penghargaan yang diterima pemerintah daerah tampak seperti pencitraan belaka, sementara masyarakat masih menghadapi berbagai kesulitan, terutama di sektor layanan publik seperti kesehatan,” kata Dr. Anwar.
Buruknya pelayanan di rumah sakit daerah Gowa menjadi keluhan yang paling sering diungkapkan oleh responden survei. Banyak masyarakat yang merasa bahwa akses terhadap layanan kesehatan layak masih jauh dari harapan.
“Kualitas layanan di rumah sakit sangat buruk, bahkan untuk layanan dasar. Ini menunjukkan bahwa sektor kesehatan belum menjadi prioritas pemerintah daerah,” kata salah seorang responden.
Di sisi lain, tingkat pembangunan di Kabupaten Gowa juga menjadi isu yang disoroti. Survei mencatat bahwa masyarakat menilai tidak ada dampak signifikan dari berbagai program pembangunan yang dijalankan selama kepemimpinan Bupati Adnan.
Selain itu, dugaan kasus korupsi yang menyeret nama keluarga Bupati turut memperburuk kepercayaan publik. Meski belum ada vonis hukum yang dijatuhkan, persepsi masyarakat terhadap dugaan tersebut berdampak besar pada reputasi Bupati Adnan.
Survei ini mengindikasikan bahwa keterlibatan langsung Bupati Adnan dalam Pilkada Gowa menjadi salah satu penyebab utama turunnya tingkat kepercayaan masyarakat.
Dengan Pilkada yang semakin dekat, dinamika ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pengamat politik.
“Evaluasi terhadap integritas, transparansi, dan akuntabilitas pemerintahan Kabupaten Gowa sangat diperlukan untuk memastikan proses demokrasi yang adil dan kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan” Tutup Dr. Anwar (tim-oborbangsa)


