BARRU — Tradisi Mappalili atau turun sawah kembali menjadi penanda dimulainya aktivitas pertanian di Kecamatan Barru. Kegiatan menyambut Musim Tanam (MT) 2026/2027 dan MT 2027 ini tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga momentum memperkuat gotong royong dan ketahanan pangan daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Barru bersama unsur Forkopimcam, anggota DPRD, TNI-Polri, LSM, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani.
Dalam sambutannya, Camat Barru menegaskan bahwa Mappalili memiliki makna lebih luas dari sekadar tradisi turun-temurun. Kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar, doa bersama, sekaligus penguatan komitmen seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan musim tanam.
Ia berharap sinergi pemerintah, penyuluh, kelompok tani, dan masyarakat semakin kuat, terutama dalam menjaga produktivitas pertanian dan keberlanjutan sektor pangan.
Melalui semangat “Sawah terjaga, petani sejahtera, pangan tersedia”, Mappalili diharapkan menjadi titik awal kolaborasi nyata dalam menghadapi musim tanam mendatang.
Lebih dari sekadar seremoni, keberhasilan Mappalili pada akhirnya akan diukur dari kesiapan petani, produktivitas lahan, dan hasil panen yang mampu menopang ketahanan pangan masyarakat Barru. (ABM-oborbarru)

